Publikasiterkini.com° Sumenep – Pagu Dana Desa (DD) Kabupaten Sumenep tahun ini mengalami penurunan signifikan. Jika pada tahun lalu alokasi dana mencapai Rp 335 miliar, kini jumlahnya berkurang drastis menjadi Rp 109 miliar.
Meski demikian, Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menegaskan agar pemerintah desa tetap memaksimalkan pembangunan dengan berpedoman pada program prioritas nasional dan daerah. Penurunan anggaran tersebut, menurutnya, menjadi tantangan bagi desa untuk lebih cermat dan adaptif dalam menyusun perencanaan pembangunan.
“Walaupun dana desa berkurang, pembangunan prioritas harus tetap dilaksanakan. Yang terpenting, program yang dijalankan selaras dengan kebijakan pemerintah pusat dan pemerintah daerah, serta benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar Fauzi, (12/1).
Ia mendorong kepala desa untuk memaksimalkan forum musyawarah desa sebagai ruang menentukan skala prioritas pembangunan. Keterbatasan anggaran, kata Fauzi, harus dijadikan momentum untuk memperkuat perencanaan yang tepat sasaran dan berdampak langsung bagi masyarakat.
“Dengan anggaran yang terbatas, desa harus semakin selektif. Musyawarah desa menjadi kunci agar pembangunan yang dipilih benar-benar prioritas dan memiliki manfaat jangka panjang,” ucapnya.
Lebih lanjut, Fauzi menekankan agar pembangunan desa tetap direalisasikan sebaik mungkin dan mampu memberikan dampak pada perekonomian masyarakat. Pemerintah desa diminta lebih kreatif dan inovatif dalam menyusun serta menjalankan program pembangunan di tengah keterbatasan dana.
“Keterbatasan anggaran ini jangan dijadikan alasan untuk tidak kreatif. Desa harus tetap bisa berinovasi dalam menjalankan program pembangunan,” pungkasnya. (rm)
(Redaksi)


Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini