Menu

Napak Tilas Isyarah Pendirian NU 2026, PCNU Surabaya Teguhkan Jejak Sejarah dan Spirit Perjuangan

Januari 5, 2026

Publikasiterkini.com° Surabaya – Langkah kaki para Nahdliyin kembali menapak jejak sejarah. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Surabaya melalui panitia lokal ambil bagian aktif dalam pelaksanaan Napak Tilas Isyarah Pendirian Nahdlatul Ulama Tahun 2026, sebuah perjalanan spiritual dan historis yang menghubungkan Bangkalan, Surabaya, hingga Tebuireng, Jombang.

Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar kolektif warga NU dalam menyambut 1 Abad Nahdlatul Ulama versi Masehi (1926–2026). Napak tilas tersebut tidak sekadar perjalanan fisik jarak jauh, melainkan upaya merawat ingatan sejarah, meneguhkan sanad keilmuan, serta meneladani nilai keikhlasan, khidmah, dan komitmen kebangsaan para muassis NU.

Rangkaian kegiatan dimulai pada Sabtu malam, 3 Januari 2026, dengan check-in peserta di Bangkalan. Ahad dini hari (4/1/2026), peserta mengikuti tawajjuh dan shalat Subuh berjamaah di Pondok Pesantren Syaichona Mohammad Cholil Bangkalan. Kegiatan dilanjutkan dengan seremonial pelepasan yang ditandai penyerahan tongkat dan tasbih dari KH Fachruddin kepada KHR Ach Azaim Ibrahimy sebagai simbol isyarah restu pendirian NU.

Dari Bangkalan, rombongan berjalan kaki menuju Pelabuhan Kamal, kemudian menyeberang ke Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Setibanya di Kota Pahlawan, peserta melaksanakan ziarah dan tahlil di Kompleks Makam Sunan Ampel sebagai penguatan dimensi spiritual perjalanan napak tilas.

Baca Juga :  Pria 50 Tahun di Tragah Tewas Dibacok, Polres Bangkalan Dalami Motif Pelaku

Surabaya menjadi salah satu titik penting dalam rangkaian kegiatan ini. Rombongan singgah di Kantor PCNU Surabaya yang secara historis dikenal sebagai kantor lama Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Dari tempat sederhana tersebut, berbagai keputusan strategis dan gerak dakwah NU pada masa awal pernah dirumuskan.

Kehadiran Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di lokasi persinggahan turut menambah makna kegiatan. Ia menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Napak Tilas Isyarah Pendirian NU sebagai upaya merawat sejarah, nilai keulamaan, serta peran NU dalam menjaga harmoni sosial dan keutuhan bangsa.

Ketua PCNU Surabaya, H. Ir. Masduki Toha, menegaskan bahwa napak tilas memiliki makna strategis bagi keberlanjutan perjuangan jam’iyyah.

“Napak tilas ini bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi perjalanan ruhani dan ideologis. Dari Bangkalan, Surabaya, hingga Tebuireng, kita diingatkan bahwa NU lahir dari adab, restu ulama, dan pengorbanan besar,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya persinggahan di Kantor PCNU Surabaya sebagai pengingat bagi warga NU lintas generasi.

“Tempat ini menjadi saksi bagaimana NU dibangun dari kesederhanaan, keikhlasan, dan kerja-kerja organisatoris yang penuh pengabdian. Nilai-nilai inilah yang harus terus dilanjutkan generasi NU hari ini dengan tetap berpegang pada Ahlussunnah wal Jama’ah dan komitmen kebangsaan,” tambahnya.

Baca Juga :  Jatim Kembali Jadi Lumbung Pangan Nasional, Produksi Padi Capai 7,71 Juta Ton

Usai dari Surabaya, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Stasiun Gubeng untuk bertolak ke Jombang menggunakan kereta api. Setibanya di Kota Santri, peserta kembali melanjutkan napak tilas dengan berjalan kaki menuju Pondok Pesantren Tebuireng.

Puncak kegiatan Napak Tilas Isyarah Pendirian NU 2026 berlangsung di Asta Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari, Tebuireng. Acara ditandai dengan seremonial penyambutan serta penyerahan tongkat dan tasbih dari KHR Ach Azaim Ibrahimy kepada KH Fahmy Amrullah, kemudian ditutup dengan tahlil dan doa bersama.

PCNU Surabaya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai panitia nasional dan lokal Bangkalan–Surabaya–Jombang, Banser, relawan, aparat keamanan, hingga seluruh warga Nahdliyin yang mengawal kegiatan ini sehingga berjalan tertib, aman, dan khidmat. (iN)

 

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini

dark_mode