Menu

Dugaan Pelecehan Seksual di RS Al-Irsyad Surabaya Picu Keresahan Publik

Desember 24, 2025

Publikasiterkini.com° Surabaya – Dugaan kasus pelecehan seksual yang melibatkan seorang tenaga kesehatan di Rumah Sakit (RS) Al-Irsyad Surabaya, Jalan K.H.M. Mansur No. 210-214, menjadi perbincangan hangat di media sosial dan menarik perhatian luas masyarakat.

Kasus ini diduga melibatkan tenaga kesehatan berinisial I dan seorang pasien berinisial A.

Pihak RS Al-Irsyad Surabaya membenarkan adanya laporan tersebut. Pernyataan ini disampaikan oleh Dr. Syarwani, selaku Marketing Customer Care yang mewakili Kasi Humas rumah sakit, saat dikonfirmasi awak media pada Selasa (23/12/2025).

Menurut penjelasan Dr. Syarwani, kronologi kejadian bermula pada Rabu (10/12/2025), ketika pasien A datang untuk menjalani operasi pada area tubuh dekat bagian vital. Kemudian, pada Senin (15/12/2025), pasien kembali untuk kontrol pascaoperasi.

Saat pemeriksaan lanjutan, tenaga kesehatan I menangani luka infeksi pascaoperasi yang memerlukan pengeluaran nanah. Karena lokasi luka berada di dekat area vital, diduga terjadi sentuhan yang memicu tuduhan pelecehan seksual.

“Karena posisi luka memang berada dekat area vital, kemungkinan sentuhan tersebut terjadi tanpa unsur kesengajaan,” ujar Dr. Syarwani kepada awak media.

Meski demikian, kasus ini telah dilaporkan ke polisi untuk proses penyelidikan lebih lanjut sesuai hukum yang berlaku.

Baca Juga :  Pedagang Pasar Bulak Banteng Madya: Desak Penertiban 'Pasar Tumpah' ke DPRD Surabaya!

Manajemen RS Al-Irsyad juga telah melakukan pemeriksaan internal. Tenaga kesehatan yang diduga terlibat saat ini dinonaktifkan sementara selama proses investigasi berlangsung.

Jika terbukti benar, kasus ini berpotensi memicu reaksi keras dari masyarakat, karena dianggap mencoreng kepercayaan publik terhadap institusi kesehatan. Rumah sakit yang seharusnya menjadi tempat aman bagi pasien kini mendapat sorotan tajam atas dugaan lemahnya pengawasan internal dan penerapan etika profesi tenaga medis.

Beberapa warga mengaku semakin khawatir saat mengakses layanan kesehatan. Mereka menuntut transparansi dan tanggung jawab lebih besar dari pihak rumah sakit.

“Ketika rumah sakit tidak mampu menjamin rasa aman pasien, kepercayaan publik bisa runtuh. Kasus seperti ini harus ditangani secara terbuka dan tegas,” kata seorang tokoh masyarakat Surabaya.

Publik kini mendesak evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan tenaga medis. Masyarakat juga menantikan langkah konkret dari kepolisian dan manajemen RS Al-Irsyad untuk memastikan keadilan bagi korban serta mencegah kejadian serupa di masa depan.

 

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini

dark_mode