Menu

Kunjungan Komisi VII DPR RI, Pelabuhan Tenau Kupang Didorong Jadi Gerbang Maritim Internasional

Desember 13, 2025

Kupang — Pelabuhan Tenau Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu gerbang utama maritim Indonesia di kawasan timur. Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, mendorong peningkatan status Pelabuhan Tenau dari tipe tiga menjadi tipe satu menyusul pesatnya aktivitas kepelabuhanan dan posisi geografis yang strategis.

Dorongan tersebut disampaikan Bambang Haryo saat melakukan kunjungan kerja Komisi VII DPR RI di Kupang, Kamis. Dalam kunjungan itu, ia meninjau langsung aktivitas pelabuhan sekaligus berdialog dengan Pemerintah Provinsi NTT serta pimpinan media nasional, ANTARA, TVRI, dan RRI.

Bambang Haryo mengungkapkan, data yang diterimanya menunjukkan Pelabuhan Tenau melayani sekitar 60 kapal per hari. Angka tersebut mencerminkan tingginya intensitas lalu lintas laut, baik untuk angkutan penumpang, barang, maupun distribusi logistik antarpulau.

“Dengan jumlah kapal yang sandar setiap hari, Pelabuhan Tenau sudah jauh berkembang. Aktivitasnya bahkan lebih padat dibandingkan beberapa pelabuhan besar di kawasan timur,” kata Bambang Haryo.

Ia menilai, peningkatan status pelabuhan akan membawa dampak signifikan terhadap kualitas layanan, efisiensi operasional, serta peningkatan standar keselamatan dan keamanan pelayaran. Selain itu, status pelabuhan tipe satu akan membuka peluang Pelabuhan Tenau untuk melayani rute dan aktivitas pelayaran internasional.

Baca Juga :  Kejurprov Piala BHS Jadi Pintu Awal Seleksi Atlet Silat Jatim

Keunggulan lain Pelabuhan Tenau, menurut Bambang Haryo, terletak pada letak geografisnya yang strategis. Pelabuhan ini berada di kawasan perbatasan, dekat dengan Timor Leste, Australia, dan Papua New Guinea, serta berada di jalur Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) yang menjadi lintasan penting perdagangan global.

“Posisi ini sangat strategis. Pelabuhan Tenau berpotensi menjadi pusat konektivitas logistik regional hingga internasional,” ujarnya.

Dalam pandangan Bambang Haryo, peningkatan status pelabuhan harus dibarengi dengan pengembangan infrastruktur. Ia menilai kapasitas pelabuhan saat ini mulai terbatas seiring meningkatnya jumlah kapal dan volume barang yang dilayani. Oleh karena itu, perluasan area dan modernisasi fasilitas menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda.

“Jika ingin pelabuhan ini menjadi gerbang maritim yang kuat, maka infrastruktur harus disiapkan dengan serius,” katanya.

Bambang Haryo memastikan Komisi VII DPR RI akan membawa aspirasi tersebut ke tingkat pusat untuk dibahas bersama pemerintah. Ia berharap peningkatan status Pelabuhan Tenau dapat segera direalisasikan demi memperkuat konektivitas nasional dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Nusa Tenggara Timur.

Menurutnya, perhatian pemerintah pusat terhadap Pelabuhan Tenau bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga tentang memperkuat peran Indonesia sebagai negara maritim yang berdaulat dan kompetitif di kawasan regional maupun global.

Baca Juga :  BHS Dampingi Ketua MPR Nikmati Kuliner, Tekankan Peran Ekraf

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini

dark_mode