Menu

Pemerintah Perluas Program Indonesia Pintar hingga Jenjang TK, Targetkan 888 Ribu Penerima

November 30, 2025

Publikasiterkini.com ° Jakarta – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi memperluas jangkauan Program Indonesia Pintar (PIP) hingga jenjang taman kanak-kanak (TK). Kebijakan ini diambil sebagai upaya memperkuat akses pendidikan anak usia dini, khususnya bagi keluarga tidak mampu.

Dalam program ini, pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp 400 miliar dengan target penerima mencapai 888 ribu murid TK di seluruh Indonesia. Setiap penerima bantuan akan memperoleh Rp 450 ribu per tahun.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menyampaikan bahwa kebijakan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memperkuat fondasi pendidikan dasar sejak usia dini.

“Murid-murid TK akan mendapatkan PIP Rp 450 ribu per tahun untuk 888 ribu murid TK seluruh Indonesia,” ujarnya.

Mu’ti menambahkan bahwa mulai 2026, bantuan PIP akan difokuskan bagi siswa PAUD/TK yang berasal dari keluarga tidak mampu.

Selain bantuan tunai, pemerintah juga menyiapkan langkah pendukung berupa revitalisasi pendidikan di jenjang PAUD/TK. Kemendikdasmen bekerja sama dengan Kementerian Desa untuk mendukung program satu desa satu TK, yang pembangunannya diambil dari program revitalisasi pendidikan.

Baca Juga :  Perkuat Pelayanan Publik, Kelurahan Perak Barat Luncurkan Hotline Pengaduan WhatsApp "SIIGAP"

“Revitalisasi tahun ini yang 16.170 juga untuk TK-TK, termasuk pendirian unit sekolah baru atau renovasi TK yang sudah ada,” tambahnya.

Mekanisme Penyaluran PIP

Sama seperti jenjang lainnya, penyaluran PIP dilakukan dalam tiga termin setiap tahun, yaitu:

  • Termin 1: Februari–April
  • Termin 2: Mei–September
  • Termin 3: Oktober–Desember

Dana bantuan ini dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan penunjang pendidikan seperti pembelian seragam, buku, alat tulis, sepatu, tas, ongkos sekolah, hingga kursus tambahan.

Perluasan PIP ke jenjang TK ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan layanan pendidikan usia dini sekaligus meringankan beban biaya pendidikan bagi keluarga kurang mampu.

“Tujuan utama kami adalah memastikan setiap anak Indonesia, sejak usia dini, memiliki kesempatan yang sama untuk belajar dan berkembang,” pungkas Abdul Mu’ti.

 

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini

dark_mode