Menu

Gaya ‘Koboy’ Purbaya Yudhi Sadewa: Lugas, Berbasis Data, dan Berlandaskan Arahan Presiden

Oktober 28, 2025

Publikasiterkini.com // Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kembali menjadi sorotan publik. Bukan karena kebijakan fiskalnya semata, tetapi karena gaya komunikasinya yang lugas dan tanpa basa-basi.

Meski kerap disebut memiliki “gaya koboy”, Purbaya menegaskan bahwa setiap pernyataannya selalu berlandaskan data, hasil survei, serta arahan langsung dari Presiden. Ia menilai, kejujuran dan transparansi dalam komunikasi publik justru penting agar masyarakat dapat menilai kinerja pemerintah secara objektif.

“Saya selalu ukur dengan survei. Kalau masyarakat masih percaya, berarti cara kita menyampaikan dan mengambil kebijakan sudah benar,” ujarnya di Jakarta, Senin (27/10/2025).

Berdasarkan survei terbaru Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah justru meningkat setelah sejumlah kebijakan ekonomi berani diambil pasca-aksi demonstrasi pada Agustus lalu.

Purbaya mengakui, gaya ceplas-ceplosnya memang kerap menimbulkan kontroversi di kalangan pejabat. Namun, menurutnya, hasil di lapangan menjadi bukti bahwa pendekatan komunikasinya efektif.

“Kalau terlihat keras, itu demi efektivitas. Daya beli masyarakat membaik, stabilitas pemerintahan juga ikut naik,” ungkapnya.

Ia menegaskan, keberanian menyampaikan hal-hal yang tidak populer merupakan bagian dari upaya menjaga kepercayaan publik dan stabilitas ekonomi nasional.

Baca Juga :  Menuju Final, Prancis dan Spanyol Sama-sama Belum Pernah Tertinggal

Purbaya juga membantah anggapan bahwa dirinya bertindak semaunya.

“Jangan dikira saya koboy, semua ini perintah langsung dari Bapak Presiden. Saya hanya menyampaikan apa adanya, berdasarkan fakta di lapangan,” tegasnya.

Bagi Purbaya, komunikasi yang jujur adalah bentuk tanggung jawab kepada rakyat.

“Keterbukaan itu penting. Saya lebih baik dikritik daripada diam tapi salah arah,” ujarnya.

Sebelumnya, mantan Kepala Komunikasi Pemerintah, Hasan Nasbi, sempat mengingatkan agar Purbaya berhati-hati berbicara di ruang publik karena gaya bicara yang keras bisa menimbulkan kesan “baku tikam” antarpejabat.

Namun, Purbaya menanggapi kritik tersebut dengan santai.

“Saya sudah bilang sejak awal, kalau saya salah, kritik saya habis-habisan. Tidak masalah. Itu bagian dari transparansi,” katanya, mengutip ucapannya saat serah terima jabatan awal September lalu.

Sejak menggantikan Sri Mulyani, Purbaya membawa warna baru dalam komunikasi fiskal pemerintah. Ia tampil lebih terbuka, responsif, dan terukur.

Bagi sebagian kalangan, gaya ini mungkin terasa keras; namun bagi publik, justru meyakinkan.

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, komunikasi yang jujur dan berbasis data dinilai menjadi kunci menjaga optimisme masyarakat.

Baca Juga :  Dari Ring MMA ke Layar Lebar, Suwardi “Becak Lawu” Jadi Polisi Pemburu Jaringan TPPO di Film 'Leave No One Behind'

Dan di situlah, gaya “koboy” Purbaya menemukan panggungnya.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini

dark_mode