Publikasiterkini.com°_ Nasib Inggris di turnamen besar memang seperti lingkaran yang tak pernah putus. Selalu ada harapan. Selalu ada cara baru untuk patah hati.
Pertanyaannya bukan lagi apakah, tapi kapan dan seberapa sakit.
Kali ini jawabannya datang dari Argentina. Dalam laga penuh tensi dan benturan fisik, tim asuhan Thomas Tuchel harus mengakui keunggulan La Albiceleste.
Babak pertama berjalan keras. Adu taktik kalah dari adu otot, tapi justru itulah yang bikin pertandingannya hidup.
Harapan sempat menyala. Beberapa saat setelah jeda, Anthony Gordon mencetak gol dan membawa Inggris unggul. Tiba-tiba Wembley 1966 terasa dekat. Final Piala Dunia untuk pertama kali sejak itu, hanya tinggal selangkah.
Tapi ini Argentina. Sepanjang turnamen orang bilang mereka bisa dikalahkan. Faktanya, belum ada.
Yang mereka punya bukan cuma skill. Mental juara. Dan mental itu bicara di menit-menit akhir.
Gol demi gol datang. Salah satu comeback terbaik dalam sejarah Argentina lahir tepat di depan rival lamanya.
Bagi Inggris, ini bukan sekadar kekalahan. Ini pengingat pahit bahwa di turnamen besar, jarak antara mimpi dan kenyataan sering diputuskan di detik terakhir.(rs)
Shofa•


Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini