Publikasiterkini.com // Sampang – Bupati Sampang H. Slamet Junaidi, S.IP bersama Wakil Bupati H. Achmad Mahfudz menghadiri acara Konsolidasi Regional untuk Sukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digelar di Jatim Expo, Jalan Ahmad Yani, Surabaya, Selasa (7/10/2025) malam.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat koordinasi dan mempercepat pelaksanaan program nasional MBG di seluruh wilayah Jawa Timur. Program yang digagas Presiden Prabowo Subianto ini bertujuan untuk meningkatkan pemenuhan gizi seimbang bagi masyarakat, terutama anak-anak sekolah dan kelompok rentan.
Sebelumnya, pada 22 Agustus 2025 lalu, telah digelar rapat konsolidasi bersama tiga menteri di Surabaya yang membahas percepatan pelaksanaan program MBG di Jawa Timur. Acara tersebut turut dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur saat itu beserta sejumlah pejabat kementerian terkait.
Berdasarkan data hingga Agustus 2025, penerima manfaat program MBG di Jawa Timur telah mencapai 1,9 juta orang. Pemerintah provinsi bersama seluruh daerah terus melakukan berbagai langkah percepatan dan penjaminan kualitas dalam pelaksanaannya.
Beberapa fokus utama dalam program MBG meliputi:
1. Percepatan pelaksanaan program melalui koordinasi lintas sektor agar berjalan efektif dan merata.
2. Peningkatan standar kualitas dengan dukungan Kadin Jawa Timur yang menyiapkan standardisasi keamanan dan mutu pangan.
3. Dukungan pemerintah daerah, di mana sejumlah daerah, termasuk DPRD Surabaya, telah mengusulkan dana operasional untuk memperkuat pelaksanaan program di tingkat sekolah.
Bupati Sampang H. Slamet Junaidi dalam keterangannya menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sampang siap mendukung penuh pelaksanaan program MBG.
“Program ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mempercepat penurunan stunting dan membangun sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan produktif. Kami berharap dapat memberikan manfaat besar bagi balita, anak-anak, dan ibu hamil,” ujarnya.
Meski demikian, program MBG juga dihadapkan pada sejumlah tantangan, termasuk insiden keracunan massal yang sempat terjadi di beberapa daerah Jawa Timur. Pemerintah daerah dan pihak terkait kini memperkuat pengawasan guna memastikan keamanan pangan serta kelancaran pelaksanaan program di lapangan.
Redaksi


Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini