Menu

Tragis! Raffa Galang, Driver Online 19 Tahun, Tewas Saat Antar Penumpang Offline

November 4, 2025

Publikasiterkini.com // Sampang – Seorang pria ditemukan bersimbah darah di jalan setapak wilayah Desa Samaran, Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang, Minggu (2/11). Korban yang belakangan diketahui bernama Raffa Galang Prayoga (19), warga Surabaya, ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan tubuh penuh luka bacok.

Saat ditemukan, korban dalam keadaan terikat, mata tertutup, dan mengalami luka serius di beberapa bagian tubuh. Warga yang menemukan korban segera melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian.

Plh Kasi Humas Polres Sampang AKP Eko Puji Waluyo membenarkan penemuan tersebut. Ia menyebut, identitas korban awalnya belum diketahui karena tidak ditemukan tanda pengenal di lokasi kejadian. Namun, setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut, identitas korban akhirnya terungkap.

“Berdasar hasil penyelidikan, korban berinisial RGP, yakni Raffa Galang Prayoga, warga Surabaya,” ujarnya.

Korban yang sehari-hari bekerja sebagai driver taksi online itu diduga menjadi korban pembegalan. Informasi yang beredar menyebut, korban saat itu sedang mengantarkan penumpang secara offline sebelum akhirnya diserang dan mobilnya dibawa kabur.

“Informasinya, korban mengantarkan penumpang yang dipesan secara offline, lalu dibegal dan mobilnya dibawa,” ungkap sumber internal yang enggan disebutkan namanya.

Baca Juga :  Bentengi Pemukiman dari Aksi Tawuran, Polsek Semampir dan Satpol PP Intensifkan Patroli Malam

AKP Eko menjelaskan, saat pertama kali ditemukan, korban masih dalam keadaan hidup. Petugas Polsek Tambelangan bersama warga kemudian mengevakuasi korban ke Puskesmas Tambelangan untuk mendapatkan perawatan medis.

“Namun setelah dilakukan upaya perawatan, korban dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 16.03 WIB,” jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan, terdapat sejumlah luka bacok di tubuh korban, antara lain di lengan kiri, perut kiri, wajah kanan, tengkuk, punggung, dan bahu.

Meski begitu, pihak kepolisian belum bersedia membeberkan motif pasti pembacokan tersebut. “Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait siapa pelaku maupun motif kejadian,” tegas Eko.

Kepala Puskesmas Tambelangan, Bustanul Arifin, membenarkan bahwa korban sempat dibawa ke puskesmas dalam keadaan kritis. Tim medis telah berusaha melakukan tindakan penyelamatan, namun nyawa korban tidak tertolong.

“Korban datang dalam kondisi kritis. Kami sempat pasang infus, tetapi korban meninggal dunia sebelum mendapat perawatan lebih lanjut,” ujarnya.

Setelah meninggal, jenazah korban kemudian dibawa ke RSUD Mohammad Zyn (RSMZ) Sampang untuk proses identifikasi. Humas RSMZ Sampang, Amin Jakfar Sadik, menyebut korban tiba di rumah sakit sekitar pukul 20.00 WIB dan dijemput keluarganya pada Senin (3/11) pagi.

Baca Juga :  Polri Ajak Masyarakat Jaga Ruang Demokrasi

“Korban sudah dijemput keluarganya dari Surabaya dan dibawa ke rumah duka di Kecamatan Krembangan,” tandasnya.

Polisi kini masih mendalami kasus ini untuk mengungkap pelaku serta motif di balik pembegalan sadis tersebut.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini

dark_mode