Menu

Identitas Korban Terungkap, Mayat Misterius di Sampang Ternyata Warga Morokrembangan Surabaya

November 3, 2025

Publikasiterkini.com // Sampang – Misteri penemuan mayat pria tanpa identitas di area persawahan Dusun Prekedan, Desa Samaran, Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang, Madura, mulai menemukan titik terang. Hasil penelusuran pihak kepolisian dan rumah sakit mengungkap bahwa korban adalah warga Surabaya berinisial RG (19), asal Kelurahan Morokrembangan, Kota Surabaya.

Kabar ini dikonfirmasi oleh Humas RSUD Sampang, Amien Jakfar, yang menyebutkan bahwa jenazah korban sempat dibawa dari Puskesmas Tambelangan ke RSUD Sampang untuk keperluan administrasi dan penempatan sementara di ruang jenazah.

“Korban sudah dalam kondisi meninggal saat tiba di RSUD. Dari puskesmas sebelumnya sudah dilakukan tindakan penanganan awal. Di sini hanya transit di kamar mayat,” ujar Amien, Senin (3/11/2025).

Amien menambahkan, proses di RSUD berlangsung singkat karena pihak kepolisian segera melakukan koordinasi dengan keluarga korban.

“Malam harinya, pihak keluarga datang untuk memastikan identitas. Setelah dilakukan verifikasi dan pencocokan data, benar bahwa korban adalah RG, warga Morokrembangan, Surabaya,” jelasnya.

Menurut pihak rumah sakit, jenazah korban sempat disimpan sementara di ruang forensik sebelum diserahkan kepada keluarga untuk dibawa pulang ke Surabaya.

Baca Juga :  Minggu Kasih Polresta Sidoarjo: Rajut Kehangatan Bersama Jemaat Gereja Demi Kamtibmas Kondusif

“Setelah semua prosedur selesai, jenazah dibawa keluarganya pada malam hari untuk dimakamkan di kampung halamannya,” imbuh Amien.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Sampang, AKP Eko Puji Waluyo, menyatakan bahwa pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan terkait dugaan kuat bahwa RG menjadi korban pembunuhan.

“Kami sudah mengantongi sejumlah petunjuk dan keterangan awal dari warga di sekitar lokasi kejadian. Tim masih bekerja untuk mengungkap motif dan pelaku,” katanya.

Dari tempat kejadian perkara, polisi telah mengamankan beberapa barang bukti, termasuk potongan kain yang digunakan untuk menutup mata dan mengikat tangan korban.

“Kami juga akan berkoordinasi dengan Polrestabes Surabaya untuk melacak aktivitas terakhir korban sebelum ditemukan di Sampang,” tambah Eko.

Informasi yang berkembang menyebutkan, RG diduga sempat bersama rekannya sebelum kejadian. Polisi kini mendalami kemungkinan korban dibawa ke Sampang oleh seseorang sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi mengenaskan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum menetapkan tersangka dalam kasus tersebut. Proses penyelidikan masih berlanjut, sementara masyarakat diminta untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi agar tidak menimbulkan kesimpangsiuran di tengah publik.

Baca Juga :  Semangat 'Polisi Bersama Masyarakat: Polda Jatim Dirikan Posko Karhutla dan Distribusikan Air Bersih di Pasuruan

(Red) mcn

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini

dark_mode