Menu

​Gulung Jaringan Judi Online 188Bet, Kejari Surabaya Rampas Rp 9 Miliar & Penjarakan Pengelolanya!

Juli 28, 2026

Publikasiterkini.com° Surabaya _ Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya kembali mencatatkan langkah tegas dalam memberantas kejahatan finansial berbasis digital. Uang tunai senilai lebih dari Rp 9 miliar hasil rampasan perkara Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) terkait jaringan judi online internasional resmi disetorkan ke kas negara sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

​Langkah eksekusi ini dilakukan menyusul putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracht) atas nama terpidana Jaka Purnama.

​Modus Perusahaan Fiktif & Pencucian Uang

​Sebagaimana yang dilansir oleh bicarasurabaya, kasus ini membongkar fakta mencengangkan terkait operasional situs judi online tersohor, 188Bet. Dalam persidangan, terungkap bahwa Jaka Purnama bertindak sebagai pengelola utama yang mendirikan sejumlah perusahaan fiktif untuk menyamarkan jejak aliran dana haram tersebut.

​Dua cangkang perusahaan yang digunakan sebagai sarana penampungan, yakni:

  • CV Global Teknologi Digital
  • CV Wira Tekno Sechipta

Kepala Kejari Surabaya, Tri Anggoro Mukti, menjelaskan bahwa total dana senilai Rp 9.051.209.000 yang disetorkan ke kas negara melalui Bank BNI berasal dari sisa saldo di ratusan rekening penampungan atas nama kedua CV tersebut.

​“Perkara atas nama Jaka Purnama telah inkracht berdasarkan Putusan PN Surabaya Nomor 200/Pid.Sus/2026/PN Sby. Barang bukti Rp 9,05 miliar yang berasal dari TPPU terkait judi online hari ini resmi kami eksekusi dan setorkan ke kas negara,” ujar Tri di Kantor Kejari Surabaya, Selasa (28/7/2026).

​Vonis 10 Tahun Penjara & Aliran Dana Luar Negeri

​Selain penyitaan aset, pidana badan terhadap Jaka Purnama juga langsung dieksekusi. Sang dalang kini harus mendekam di balik jeruji besi selama 10 tahun penjara setelah pihak terdakwa maupun Jaksa Penuntut Umum (JPU) menerima putusan hakim tanpa mengajukan banding.

Baca Juga :  Prestasi Jadi Penentu, CAT Berstandar Olimpiade Antar 350 Catar Lolos Akpol 2026

​Penyidikan mendalam mengungkap skala kejahatan yang melintasi batas negara:

  • Transfer Internasional: Terpidana tercatat beberapa kali mengalirkan dana hasil perjudian ke rekening di Malaysia dan Filipina dengan total nominal fantastis mencapai Rp 29 miliar.
  • Dugaan Pembelian Aset Mewah & Unik: Penyidik menemukan indikasi pencucian uang ke berbagai bentuk aset, mulai dari unit apartemen di Batam hingga komoditas unik berupa 300 lembar kulit ular dan 800 lembar kulit biawak.

​Penyidikan Belum Berhenti: Perburuan Aset Dilanjutkan

​Kejari Surabaya menegaskan bahwa penyetoran uang Rp 9,05 miliar ini barulah awal. Tim penyidik masih terus bergerak menyisir aliran dana, melacak aset tersembunyi, serta memburu pihak-pihak lain yang terlibat dalam ekosistem perjudian online 188Bet.

​Sementara itu, dari pengembangan kasus yang sama, dua tersangka lain yang berperan sebagai pemain judi online telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Tanjung Perak untuk proses hukum lebih lanjut.

(RED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini

dark_mode