Publikasiterkini.com° Sumenep _ Pergerakan Putra Putri Petani Garam Indonesia (P4GI) mengecam keras tindakan sepihak PT Garam yang melakukan pembongkaran lahan garam produktif milik kelompok masyarakat di Desa Pinggir Papas, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep.
Tindakan ini dinilai cacat prosedur karena dilakukan tanpa adanya proses musyawarah atau dialog terlebih dahulu dengan warga terdampak.
Konflik ini bermula ketika sekelompok masyarakat setempat berinisiatif menghidupkan lahan tidur milik PT Garam yang sebelumnya telantar dan tidak produktif.
Melalui koordinasi resmi yang melibatkan pihak PT Garam dan Kepala Desa Pinggir Papas, warga secara swadaya mengumpulkan iuran hingga mencapai ratusan juta rupiah untuk menyulap lahan tersebut menjadi tambak garam yang produktif.
Namun, setelah lahan tersebut berhasil menghasilkan garam dan berjalan produktif selama dua tahun, PT Garam justru melakukan pembongkaran secara sepihak. Tindakan ini memicu kekecewaan mendalam dan kerugian materiil yang sangat besar bagi kelompok masyarakat petani.
Juru Bicara P4GI, Farhan, menegaskan bahwa PT Garam harus segera membuka ruang komunikasi yang humanis dan menghentikan pendekatan yang represif terhadap masyarakat lokal.
”Jangan memposisikan masyarakat seperti penjajah yang menguasai lahan. Perlakukan masyarakat sebagai mitra strategis untuk pengembangan produksi garam di atas lahan yang awalnya tidak produktif tersebut,” ujar Farhan dalam keterangan persnya.
P4GI menyampaikan tiga tuntutan utama terkait polemik ini:
1. Buka Ruang Dialog Segera: Mendorong PT Garam untuk proaktif menggelar musyawarah bersama kelompok masyarakat guna menemukan solusi berkeadilan (win-win solution) tanpa ada pihak yang dirugikan.
2. Kades Pinggir Papas Harus Ambil Tindakan: Mendesak Kepala Desa Pinggir Papas untuk tidak menutup mata dan telinga. Sebagai pimpinan desa, sudah menjadi tanggung jawab mutlak kepala desa untuk mengadvokasi dan melindungi hak-hak warganya yang dirugikan.
3. Hentikan Tindakan Sewenang-wenang: Jika ruang komunikasi tetap ditutup, P4GI menegaskan tidak akan ragu mendampingi masyarakat untuk melakukan gerakan perlawanan secara progresif.
”Apa yang dilakukan PT Garam telah bertindak di luar batas kemanusiaan. Jika musyawarah dan jalan keluar yang adil tidak segera ditempuh, jangan salahkan jika masyarakat bergerak progresif untuk melawan kedaliman ini,” pungkas Farhan.
(Abd. Aziz)


Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini