Publikasiterkini.com° SURABAYA – Alih-alih menjadi fasilitas modern yang menunjang higienitas, Rumah Potong Hewan (RPH) Tambak Oso Wilangon justru dikeluhkan mirip kubangan. Fasilitas yang tidak memadai serta janji manis dari pihak manajemen yang tak kunjung terealisasi membuat para jagal meradang dan merasa dibohongi.
Berdasarkan pantauan dan investigasi di lapangan, kondisi ruang penyembelihan jauh dari kata layak. Selain ruang gerak yang sangat terbatas, sistem drainase di lokasi tersebut dinilai gagal total. Air limbah bekas penyembelihan hewan yang seharusnya mengalir lancar, justru mampet dan menggenang, menciptakan pemandangan kumuh serta bau menyengat.
”Tempatnya terlalu kecil, jadi tidak ada space leluasa untuk memotong. Yang paling parah, air bekas penyembelihan tidak langsung mengalir ke selokan got. Jadinya menggenang seperti ini,” ujar salah satu jagal dengan nada kecewa saat diwawancarai oleh awak media Global Rakyat di lokasi RPH, Kamis (4/6).
Komitmen Pemkot Surabaya Dipertanyakan: Di Mana Armada Pengangkut Daging?
Kondisi sanitasi yang buruk bukan satu-satunya persoalan. Para jagal juga menagih janji terkait pengadaan unit armada pengangkutan daging. Fasilitas krusial ini sebelumnya sempat digembar-gemborkan oleh Kepala Bagian Pemotongan RPH Surabaya, drh. Nowo Siswo Yuworo, melalui akun media sosial resmi RPH Surabaya sebagai bentuk dukungan dari Pemerintah Kota.
Namun, hingga berita ini diturunkan, fasilitas transportasi higienis tersebut terbukti hanya menjadi “jebakan batman” alias janji kosong.
”Unit armada yang dijanjikan ke kami oleh Pemerintah Kota, yang katanya disediakan untuk pengangkutan daging, nyatanya sampai saat ini belum ada. Nol besar,” tambah sumber jagal tersebut kepada media Global Rakyat.
Alih-alih Modern, Justru Mundur Ke Belakang
Para jagal sangat menyayangkan sikap manajemen RPH dan Pemerintah Kota yang terkesan menutup mata. Apa yang disampaikan di media sosial dinilai berbanding terbalik 180 derajat dengan realitas pahit di lapangan.
Jika kondisi sanitasi dibiarkan menggenang dan distribusi daging tidak didukung armada yang layak, maka kualitas daging yang dihasilkan RPH Tambak Oso Wilangon terancam higienitasnya. Para jagal mendesak drh. Nowo Siswo Yuworo dan pihak terkait untuk segera turun ke lapangan dan merealisasikan janji mereka, bukan sekadar memberikan angin surga di media sosial.
Hingga berita ini ditayangkan, redaksi masih terus berupaya mengkonfirmasi pihak manajemen RPH Surabaya dan drh. Nowo Siswo Yuworo untuk meminta pertanggungjawaban serta klarifikasi resmi terkait mandeknya realisasi armada dan buruknya tata kelola sanitasi di RPH Tambak Oso Wilangon.
Redaksi
Sumber: H. Julianto (Globalrakyat)


Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini