Menu

MBG Jatim Tembus 8,95 Juta Penerima, Emil Dardak Tekankan Keamanan Pangan

Juni 4, 2026

Publikasiterkini.com° Jawa Timur _ Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak selaku Ketua Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Provinsi Jawa Timur menegaskan pentingnya penguatan keamanan pangan, tata kelola rantai pasok, serta pengawasan proses pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk memastikan manfaat program dapat dirasakan secara optimal, aman, dan berkelanjutan oleh masyarakat.

Emil mengatakan keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah penerima manfaat, tetapi juga dari kualitas layanan, keamanan pangan, serta dampak ekonomi yang dihasilkan bagi masyarakat.

“Program MBG bukan hanya tentang menyediakan makanan bergizi bagi masyarakat, tetapi juga membangun ekosistem pangan yang sehat, aman, dan berkelanjutan. Karena itu aspek keamanan pangan dan kualitas proses harus menjadi perhatian utama,” ujarnya, Kamis (4/6).

Emil mencontohkan praktik baik pelaksanaan MBG di Kabupaten Magetan yang telah membangun kerja sama dengan koperasi peternak lokal untuk memenuhi kebutuhan bahan pangan. Melalui pola tersebut, kebutuhan telur, ayam, dan berbagai komoditas pangan lainnya dapat dipenuhi langsung dari kelompok peternak tanpa melalui rantai distribusi yang panjang.

“Praktik seperti ini perlu terus didorong dan direplikasi di daerah lain karena tidak hanya mendukung keberlangsungan Program MBG, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi peternak dan pelaku usaha lokal.” ujarnya.

Baca Juga :  DPRD Jatim Panggil OPD Bahas Harga Telur Anjlok, Peternak Terancam Gulung Tikar

Menurut Emil, Program MBG tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi daerah melalui keterlibatan petani, peternak, nelayan, koperasi, BUMDes, dan pelaku usaha mikro dalam rantai pasok pangan.

Ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Satgas MBG terus berupaya menyusun formulasi yang tepat agar pelaksanaan program dapat berjalan efektif sekaligus menghasilkan sinergi yang kuat dengan Badan Gizi Nasional (BGN).

Hingga 1 Juni 2026, Program MBG di Jawa Timur telah menjangkau sekitar 8,95 juta penerima manfaat. Pelaksanaannya didukung oleh 4.488 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), dengan 4.086 unit telah beroperasi dan 402 unit lainnya masih dalam tahap persiapan.

Emil menegaskan bahwa keberhasilan program yang terus berkembang tersebut harus diimbangi dengan penguatan aspek keamanan pangan. Oleh karena itu, Satgas MBG Jawa Timur terus mengawal berbagai proses sertifikasi dan pemenuhan standar yang menjadi persyaratan operasional SPPG.  (*)

 

 

Redaksi•

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini

dark_mode