Publikasi-terkini° Bangkalan _ Kenyataan pahit harus dihadapi ratusan siswa SDN Kajuanak 4, Kecamatan Galis, Bangkalan.
Sebab, mereka mengikuti pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM) dengan fasilitas seadanya. Yakni, di teras rumah warga, di halam sekolah, dan di bawah tenda menggunakan terpal.
Itu karena ruang kelasnya ambruk dan tidak bisa ditempati. Ironisnya, kondisi tersebut sudah berlangsung lima bulan.
Kepala SDN Kajuanak 4 Ningsih menyampaikan, ruangan yang tidak bisa tempati mulai dari kelas I–VI. Sehingga, semua siswa harus melaksanakan KBM di tempat seadanya.
Kondisi tersebut membuat proses belajar mengajar terganggu. Apalagi saat ini musim hujan. Sehingga, pihaknya terpaksa harus meliburkan KBM saat cuaca tidak bersahabat.
”Sudah pasti KBM terganggu, apalagi kalau hujan siswa kami langsung bubar,” ujarnya,(29/04).
Pihaknya sudah melaporkan terkait fasilitas lembaganya yang tidak representatif pada Dinas Pendidikan (Dispendik) Bangkalan agar direvitalisasi.
Alhasil, lembaganya disebut masuk dalam daftar revitalisasi tahun ini. Namun, pihaknya tidak tahu pasti kapan pembangunan dimulai.
Sebenarnya gedung sekolah yang ambruk itu hanya satu ruangan, tetapi digunakan untuk dua kelas.(*)
Redaksi•


Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini