Menu

Buka Muktamar XIV Pemuda PERSIS, Kapolri Tekankan Sinergi Jaga Stabilitas Kamtibmas

April 27, 2026

Publikasiterkini° Jabar _ Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menekankan pentingnya sinergi seluruh elemen bangsa dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di tengah dinamika global dan perkembangan teknologi.

Hal tersebut disampaikan Kapolri saat membuka Muktamar XIV Pemuda Persatuan Islam (PERSIS) di Soreang, Kabupaten Bandung, Sabtu (25/4/2026).

Dalam sambutannya, Sigit menyoroti tantangan keamanan yang semakin kompleks seiring kemajuan teknologi. Ia menyebut, perkembangan digital kerap dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan, mulai dari penyebaran misinformasi, kejahatan siber, hingga peredaran narkoba dan kejahatan seksual.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak bisa dihadapi oleh aparat penegak hukum semata, melainkan membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari seluruh komponen masyarakat.

“Polri tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan seluruh elemen bangsa. Karena itu kami berharap PERSIS dengan seluruh kekuatan kadernya dapat terus bersinergi bersama Polri,” ujar Sigit.

Ia menegaskan, hubungan antara Polri dan PERSIS ke depan harus semakin diperkuat melalui kolaborasi yang dilandasi semangat persahabatan dan kekeluargaan, guna menghadapi berbagai tantangan kebangsaan.

Selain itu, Sigit juga menyinggung situasi global yang masih penuh ketidakpastian dan berdampak terhadap kondisi dalam negeri. Dalam konteks tersebut, ia menyebut Prabowo Subianto terus menggulirkan berbagai program strategis untuk menjaga stabilitas dan kesejahteraan nasional.

Baca Juga :  Satsamapta Polres Sampang Gelar Patroli Sepeda Presisi, Jaga Kamtibmas Sambil Tebar Jumat Berkah

Kapolri menilai, tantangan global tersebut menjadi tanggung jawab bersama, termasuk generasi muda, untuk tetap berkontribusi menjaga ketahanan bangsa.

“Ini menjadi tugas kita bersama, khususnya para pemuda, untuk terus berperan aktif, menjaga persatuan, dan berkontribusi menghadapi dinamika yang ada,” katanya.

Mengakhiri sambutannya, Sigit mengingatkan kembali nilai historis perjuangan bangsa Indonesia dalam merebut kemerdekaan, yang menurutnya dilandasi oleh semangat persatuan dan kesatuan.

Ia meyakini, dengan menjaga nilai tersebut di tengah keberagaman, Indonesia mampu menghadapi berbagai tantangan ke depan.

“Dengan semangat persatuan dan kesatuan di tengah perbedaan, kita yakin mampu menghadapi setiap tantangan bangsa,” pungkasnya.

 

(Basri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini

dark_mode