Menu

Strategi Kanalisasi Polrestabes Surabaya di 22 Titik Persimpangan Menjelang May Day

April 26, 2026

Publikasiterkini.com° Surabaya – Menjelang May Day atau Hari Buruh Internasional 2026, Polrestabes Surabaya merancang strategi rekayasa lalu lintas berbasis kanalisasi di 22 titik krusial terutama di persimpangan padat dan lokasi putar balik di jalan Kota Surabaya.

Langkah tersebut menjadi bagian dari rencana pengamanan May Day 2026 yang mengedepankan kelancaran mobilitas masyarakat tanpa mengabaikan aspek keamanan kegiatan penyampaian aspirasi.

Kapolrestabes Surabaya Kombespol Lutfhie Sulistiawan melalui Wakapolrestabes AKBP Rosyid Hartanto menuturkan kanalisasi yang diterapkan merupakan metode pengaturan arus lalu lintas dengan membagi jalur kendaraan secara terstruktur.

Titik-titik tersebut tersebar mulai dari kawasan Bundaran Taman Pelangi hingga jalur menuju wilayah Jalan Tembaan, Bubutan.

“Jarak antar titik pengamanan juga telah dihitung secara presisi, berkisar antara puluhan meter hingga lebih dari satu kilometer. Ini bertujuan untuk memastikan distribusi personel merata dan respons cepat terhadap potensi kepadatan maupun gangguan lalu lintas,” katanya, Minggu (26/4).

Lokasi Rekayasa Lalu Lintas dan Kanalisasi saat Demo Hari Buruh di Surabaya

Rosyid menegaskan yang menjadi titik fokus antara lain kawasan Jalan Ahmad Yani, Margorejo, Wonokromo, hingga pusat kota seperti Tunjungan dan Tegalsari. Wilayah-wilayah tersebut dikenal sebagai jalur vital dengan intensitas kendaraan tinggi.

Baca Juga :  Waspada Overheat! Mobil Listrik di Kebomas Gresik Terbakar Saat Indikator Baterai Lemah

“Polrestabes Surabaya tentu tidak bekerja sendiri. Kekuatan personel melibatkan unsur kepolisian dari berbagai satuan, termasuk lalu lintas, samapta, hingga unit reskrim. Selain itu, dukungan dari instansi terkait seperti Dinas Perhubungan Kota Surabaya turut memperkuat pengamanan di lapangan,” tambahnya.

Ia mengungkapkan jumlah personel di setiap titik disesuaikan dengan tingkat kerawanan dan kepadatan arus. Beberapa lokasi strategis bahkan diperkuat hingga puluhan personel guna memastikan pengendalian situasi tetap optimal.

“Pengaturan ini dirancang agar aktivitas masyarakat tetap berjalan lancar, sekaligus memberikan ruang yang aman bagi penyampaian aspirasi. Kami mengedepankan langkah preventif dan humanis,” ujarnya.

 

SOFI H/rs

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini

dark_mode