Bandar Lampung – Tidak tercatatnya data pergerakan penumpang menjadi sorotan utama Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, saat meninjau Terminal Tipe A Rajabasa di Bandar Lampung, Kamis (23/4/2026). Ia menilai kondisi tersebut terjadi akibat banyaknya bus antarprovinsi yang tidak masuk ke dalam terminal.
Dalam keterangannya, Bambang menegaskan bahwa terminal memiliki fungsi vital dalam sistem transportasi, terutama sebagai pusat pengendalian arus penumpang.
“Kalau bus tidak masuk terminal, kita tidak punya data penumpang baik datang dan berangkat dari terminal ini,” ujarnya.
Ia menilai, ketiadaan data yang valid akan berdampak pada kesulitan pemerintah dalam merancang kebijakan transportasi yang efektif. Padahal, data tersebut sangat penting untuk mengetahui pola mobilitas masyarakat serta kebutuhan transportasi di suatu daerah.
Bambang mencontohkan jalur Merak–Bakauheni yang menjadi salah satu jalur tersibuk di Indonesia. Setiap hari, ratusan bus melintasi jalur tersebut, namun sebagian besar tidak masuk ke Terminal Rajabasa.
“Ini potensi data yang sangat besar, tapi tidak dimanfaatkan karena bus tidak masuk terminal,” katanya.
Menurutnya, terminal seharusnya menjadi simpul utama dalam sistem transportasi yang terintegrasi. Selain melayani angkutan antarprovinsi, terminal juga harus mampu terhubung dengan angkutan dalam kota dan moda transportasi lainnya.
Namun, tanpa adanya pengawasan yang ketat dan penertiban yang konsisten, fungsi tersebut tidak akan berjalan dengan baik. Bambang menilai, perlu ada langkah konkret dari pemerintah dan pengelola terminal untuk memastikan seluruh bus mematuhi aturan.
Ia juga menekankan pentingnya peningkatan fasilitas terminal agar lebih nyaman dan menarik bagi penumpang maupun operator bus. Dengan demikian, terminal dapat kembali menjadi pilihan utama sebagai tempat naik dan turun penumpang.
“Terminal ini punya peran strategis. Kalau dikelola dengan baik, bisa mendukung sistem transportasi yang modern dan terintegrasi,” ujarnya.
Bambang berharap, dengan adanya perhatian serius dari semua pihak, Terminal Rajabasa dapat dioptimalkan kembali sehingga mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan transportasi publik di Indonesia, khususnya di wilayah Lampung.


Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini