Menu

Bambang Haryo Ingatkan Risiko Tanggul Jebol Akibat Pengurangan Aliran Lumpur

April 22, 2026

SIDOARJO – Anggota DPR RI Bambang Haryo Soekartono mengingatkan adanya potensi risiko serius jika pengelolaan aliran lumpur di Sidoarjo tidak dilakukan secara optimal, terutama terkait kemungkinan jebolnya tanggul.

Dalam kunjungannya ke kawasan lumpur, Bambang menyoroti kebijakan pengurangan volume pengaliran lumpur ke Sungai Porong yang dinilai dapat meningkatkan tekanan pada tanggul penahan.

“Kalau pengaliran dikurangi, tanggul bisa jebol. Dampaknya tidak hanya ke masyarakat sekitar, tapi juga ke jalur transportasi seperti jalan arteri dan kereta api,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kawasan Lumpur Sidoarjo hingga saat ini masih berstatus bencana aktif dan memerlukan perhatian serius dari pemerintah.

Menurutnya, risiko yang ada tidak hanya bersifat lokal, tetapi juga dapat berdampak luas terhadap sistem transportasi dan aktivitas ekonomi di wilayah Jawa Timur.

“Selain berpotensi menimbulkan dampak, kondisi ini juga menyimpan risiko besar terhadap keselamatan masyarakat dan infrastruktur di sekitarnya,” kata Bambang.

Ia juga mengingatkan bahwa keberadaan dua sesar aktif di kawasan tersebut menjadi faktor tambahan yang meningkatkan potensi bencana.

“Ini masih bencana, bukan untuk hiburan. Risiko di kawasan ini nyata dan bisa membahayakan nyawa,” tegasnya.

Baca Juga :  Polresta Malang Kota Edukasi Pelajar tentang Bahaya Kejahatan Siber dan Judol

Bambang kemudian menekankan pentingnya komitmen pemerintah dalam menyediakan anggaran yang cukup untuk memastikan sistem pengendalian lumpur berjalan dengan baik.

“Untuk menyelamatkan satu nyawa saja harus disiapkan anggaran, apalagi ini menyangkut ribuan warga. Tidak boleh ada kompromi,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid Perencanaan Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo, Zulyana Tandju, menyampaikan bahwa pengelolaan lumpur dilakukan dengan mempertimbangkan keterbatasan anggaran.

Ia menyebutkan bahwa pengurangan volume pengaliran dari 21 juta meter kubik menjadi 13 juta meter kubik per tahun menyebabkan kapasitas tampungan lebih cepat penuh.

“Jika tampungan penuh dan terjadi curah hujan tinggi, maka berpotensi terjadi overtopping atau luapan yang dapat menyebabkan tanggul jebol,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini

dark_mode