Menu

Pasmar 2 Surabaya Pastikan Korban Peluru Nyasar Mendapat Penanganan dan Perawatan Terbaik

April 13, 2026

Publikasiterkini° Surabaya _ Insiden peluru nyasar yang melukai dua pelajar SMP Negeri 33 Gresik, Jawa Timur, kini menjadi sorotan publik. Menyikapi hal tersebut, Pasukan Marinir 2 (Pasmar 2) Surabaya mulai membuka secara transparan proses penanganan, mediasi, sekaligus evaluasi terhadap prosedur latihan menembak yang berlangsung di sekitar kawasan pendidikan, Minggu (12/4/2026).

Komandan Pasmar 2, Mayjen TNI (Mar) Oni Junianto, memastikan bahwa investigasi masih terus berjalan dengan fokus pada uji balistik serta pengumpulan data teknis di lapangan. Ia menegaskan, pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan penyebab pasti peluru bisa keluar dari area latihan.

“Amunisi diperiksa dan akan diuji tembak bersama dinas terkait untuk mengetahui jangkauan peluru. Secara spesifikasi, jarak efektif sekitar 400 meter,” ujarnya.

Ia menambahkan, dalam kondisi ideal atau ruang hampa, peluru yang ditembakkan lurus bisa mencapai jarak maksimal hingga 1.600 meter sebelum melemah dan jatuh.

Fakta di lapangan menunjukkan bahwa lokasi latihan tembak tersebut berstandar internasional dan berjarak sekitar 2,3 kilometer dari sekolah. Area latihan juga disebut telah dilengkapi tanggul setinggi 8 meter serta kontur bukit di bagian belakang sebagai pengaman. Hal ini memunculkan pertanyaan publik terkait kemungkinan peluru dapat keluar dari lintasan aman hingga mencapai lingkungan sekolah.

Baca Juga :  Dugaan Perselingkuhan Oknum Anggota DPRD Situbondo Jadi Sorotan Publik, Warga Desak Sanksi Tegas

Meski insiden telah terjadi, kegiatan latihan menembak dan event serupa disebut masih tetap berjalan. Hal ini turut menjadi perhatian dan memicu desakan publik agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap standar keamanan.

Untuk memperkuat proses investigasi, Pasmar 2 menggandeng PT Pindad (Persero) serta sejumlah ahli independen. Keterlibatan pihak eksternal diharapkan dapat memberikan hasil yang objektif dan transparan dalam mengungkap kemungkinan teknis terjadinya peluru nyasar.

Di sisi lain, proses hukum juga tengah berjalan melalui Polisi Militer Kodam V/Brawijaya. Proses ini akan menjadi penentu dalam mengungkap fakta serta pihak yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut.

Sementara itu, penanganan terhadap korban terus dilakukan. Salah satu korban telah mendapatkan perawatan medis serta santunan, sedangkan komunikasi dengan korban lainnya masih diupayakan. Pihak Pasmar 2 menegaskan bahwa bantuan yang diberikan merupakan bentuk empati kepada masyarakat, sembari menunggu hasil penyelidikan resmi.

Insiden yang terjadi pada Rabu (17/12/2025) itu menimpa dua siswa berinisial DF (14) dan RO (15) saat kegiatan sekolah berlangsung. Keduanya sempat menjalani perawatan intensif di RS Siti Khodijah Sepanjang.

Peristiwa ini menjadi alarm penting bagi pengelolaan latihan militer di wilayah padat penduduk. Publik pun mendesak adanya evaluasi total serta keterbukaan hasil investigasi guna menjaga kepercayaan terhadap aspek keselamatan dalam setiap kegiatan latihan militer.

Baca Juga :  Polres Pasuruan Perketat Patroli Jalur Prigen Antisipasi Kejahatan Jalanan

 

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini

dark_mode