Menu

Diduga Keracunan Program MBG di Tegalombo, Dinkes Pacitan Uji Sampel ke Labkesmas Surabaya

April 12, 2026

Publikasiterkini° Pacitan _ Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan bergerak cepat menindaklanjuti laporan dugaan keracunan makanan yang menimpa sejumlah siswa dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Tegalombo.

Sebagai langkah awal, petugas telah mengambil sampel makanan yang diduga menjadi penyebab kejadian tersebut untuk dilakukan uji laboratorium. Langkah ini dilakukan guna memastikan sumber penyebab serta mencegah kejadian serupa terulang.

Kepala Dinas Kesehatan Pacitan, dr. Daru Mustikoaji, mengungkapkan bahwa hasil diagnosis awal mengarah pada gastroenteritis akut, meski penyebab pastinya masih dalam tahap pendalaman.

“Dugaan sementara mengarah ke keracunan, namun saat ini masih dalam proses investigasi lebih lanjut,” ujarnya, Sabtu (11/4/2026).

Menurutnya, sampel makanan telah dikirim ke Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) Surabaya untuk diperiksa secara cepat atau cito. Namun, hasil resmi diperkirakan baru akan keluar dalam kurun waktu empat hingga lima hari ke depan.

“Kami masih mendalami kandungan zat dalam makanan tersebut. Sampel sudah dibawa ke Labkesmas Surabaya dan kami koordinasikan secara cepat. Hasilnya sekitar 4–5 hari, tetapi semoga bisa lebih cepat,” imbuhnya.

Sementara itu, penanggung jawab BGN Pacitan, Listiana Asworo, menyatakan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan serta melaporkan kejadian tersebut kepada satuan tugas terkait.

Baca Juga :  Sejarah Tercipta! Persebaya Hancurkan Semen Padang 7-0 dan Putus Kutukan 11 Tahun

“Kami menerima informasi kejadian di Tegalombo pada Jumat pagi. Kami langsung melakukan pengecekan ke SPPG dan berkoordinasi dengan Dinkes serta melaporkan ke satgas. Kami menunggu hasil investigasi dari Dinkes. Kami juga menyampaikan permohonan maaf atas kurangnya pelayanan yang kami berikan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pihak SPPG yang menyediakan makanan juga berencana mengunjungi para siswa yang terdampak, baik yang menjalani rawat jalan maupun yang sempat dirujuk ke rumah sakit.

Hal tersebut dibenarkan oleh Lilis, kerabat salah satu korban. Ia menyebut, perwakilan SPPG dijadwalkan mendatangi sekolah masing-masing siswa yang mengalami gejala keracunan.

“Informasinya hari ini pihak SPPG akan datang ke sekolah-sekolah untuk menjenguk siswa yang keracunan, baik yang rawat jalan maupun yang dirawat di rumah sakit,” katanya.

Hingga kini, Dinas Kesehatan Pacitan masih terus melakukan investigasi mendalam guna memastikan penyebab pasti insiden tersebut, sekaligus memastikan penanganan optimal bagi para siswa yang terdampak. bj

 

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini

dark_mode