Menu

Pemkot Surabaya Siapkan Rp5 Juta per RW untuk Gen Z, Wajib Proposal dan Fokus Kewirausahaan

Februari 17, 2026

Publikasi-terkini° Surabaya _ Pemerintah Kota Surabaya menyiapkan anggaran sebesar Rp5 juta per bulan untuk setiap RW melalui program Kampung Pancasila yang difokuskan bagi generasi muda atau Gen Z. Dana tersebut tidak dapat dicairkan tanpa proposal kegiatan dan dilarang digunakan untuk aktivitas seremonial semata.

Wali Kota Eri Cahyadi menegaskan, skema bantuan ini dirancang untuk melatih kemandirian serta membangun visi kewirausahaan anak muda di tingkat kampung, bukan sekadar membiayai kegiatan formal tanpa dampak.

“Proposalnya itu adalah kegiatan yang ada manfaatnya untuk Karang Taruna dan Gen Z di setiap RW. Kalau ada manfaatnya yang bisa dirasakan langsung, uangnya langsung dicairkan. Tapi kalau hanya untuk kegiatan seremonial yang tidak ada manfaatnya, tidak akan kita kasih,” ujar Eri, Senin (16/2/2026).

Ia menjelaskan, setiap kelompok pemuda, termasuk Karang Taruna di tingkat RW, wajib menyusun proposal kegiatan yang memiliki dampak jangka panjang. Seleksi dilakukan di tingkat kecamatan sebelum anggaran disalurkan.

Menurutnya, mekanisme tersebut juga menjadi proses pembelajaran bagi anak muda agar terbiasa menyusun perencanaan usaha serta program kerja yang terukur.

“Saya ingin Gen Z ini punya pandangan, punya visi, punya rencana. Jangan sampai dikasih duit lalu habis begitu saja tanpa manfaat. Kita latih mereka menata rencana agar bisa menjadi wiraswasta,” tegasnya.

Baca Juga :  Kapolri Terima Audiensi Menkomdigi, Bahas Kolaborasi Polri dan Komdigi

Program ini telah berjalan sejak Januari 2026. RW yang belum mengajukan proposal pada bulan sebelumnya tidak kehilangan alokasi anggaran karena dana dapat diakumulasi pada bulan berikutnya.

“Kalau Januari belum diambil, bisa digabung Februari. Jadi misalnya Rp5 juta Januari dan Rp5 juta Februari, bisa jadi Rp10 juta untuk satu kegiatan yang lebih besar,” jelas Eri.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari strategi Pemkot di Surabaya untuk menekan angka pengangguran terbuka dan kemiskinan, khususnya di kalangan anak muda.

Sebagai dukungan pasar, Pemkot juga menggandeng 38 pelaku industri hotel, restoran, dan kafe (Horeka) guna menyerap produk perkampungan, mulai dari bahan pangan seperti ayam dan sayuran hingga kebutuhan penunjang seperti sandal hotel.

Selain itu, pemerintah bersama para pemangku kepentingan akan melakukan pendampingan agar usaha yang dirintis Gen Z dapat berkelanjutan.

Eri berharap, Kampung Pancasila tidak hanya menjadi ruang penguatan nilai kebersamaan, tetapi juga bertransformasi menjadi pusat inkubasi ekonomi kreatif berbasis RW yang mampu meningkatkan pendapatan warga.

“Belajarlah mulai sekarang agar terbiasa menjadi penggerak kegiatan yang bermanfaat untuk kampung,” pungkasnya, sebagaimana yang dikutip selalu.id.

 

Baca Juga :  Kapolri Terima Audiensi Menkomdigi, Bahas Kolaborasi Polri dan Komdigi

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini

dark_mode