Menu

Bangkalan Waspada PMK, Disnak Siapkan Vaksinasi dan Perketat Lalu Lintas Ternak

Januari 28, 2026

Publikasi-terkini° Bangkalan _ Merebaknya kembali kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di sejumlah wilayah Jawa Timur membuat Pemerintah Kabupaten Bangkalan meningkatkan kewaspadaan. Meski hingga kini Bangkalan masih berstatus nol kasus, langkah antisipasi mulai disiapkan secara intensif oleh Dinas Peternakan (Disnak) setempat.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan Disnak Kabupaten Bangkalan, drh. Ali Makki, memastikan bahwa hasil pantauan di lapangan menunjukkan kondisi ternak di Bangkalan masih aman dan terkendali.

“Sampai saat ini masih belum ada laporan dari lapangan terkait kasus PMK di Bangkalan,” ujar Ali Makki, Selasa (27/1/2026).

Sebagai upaya pencegahan, Disnak Bangkalan menjadikan vaksinasi PMK sebagai program prioritas. Namun, pelaksanaannya masih menunggu jadwal sinkronisasi dengan Pemerintah Pusat.

“Sesuai road map dari pemerintah pusat, vaksinasi akan dilakukan pada Februari sampai April, kemudian diulang lagi pada Agustus hingga September,” jelasnya.

Terkait ketersediaan vaksin, Ali menyebut saat ini pihaknya masih menunggu distribusi dari pusat. Ia optimistis stok vaksin yang akan diterima mampu mencukupi kebutuhan populasi ternak di Bangkalan.

“Insya Allah minggu ini vaksin akan di-dropping dari pusat. Hari ini masih akan dilakukan rapat persiapannya,” katanya.

Baca Juga :  Jawa Timur dalam Cengkeraman Korupsi: 57,89% Kepala Daerah Jatuh ke Tangan KPK

Meski demikian, jumlah pasti dosis vaksin yang akan diterima masih belum diketahui. “Kami nanti siang masih akan melakukan zoom meeting untuk membahas jumlah vaksin yang akan diterima,” imbuhnya.

Selain vaksinasi, Disnak Bangkalan juga memperketat pengawasan lalu lintas ternak di pintu-pintu masuk wilayah. Setiap hewan ternak yang keluar maupun masuk Bangkalan diwajibkan dilengkapi dokumen resmi serta dipastikan dalam kondisi sehat.

“Setiap keluar masuk ternak harus dilengkapi dokumen lalu lintas ternak yang lengkap dan kondisi ternaknya juga harus sehat,” tegas Ali.

Di sisi lain, kewaspadaan juga dirasakan oleh para peternak lokal. Sahril Abdillah, peternak sapi asal Kecamatan Galis, mengaku tetap waspada meski hingga kini belum ada kasus PMK di Madura.

“Insya Allah ternak saya aman. Kami selalu menjaga kebersihan kandang dan pakan. Di lingkungan kami, peternak lain juga sudah paham bagaimana merawat ternak supaya tidak terpapar penyakit,” pungkasnya. (bo)

 

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini

dark_mode