Menu

Empat Perawat Diangkat Jadi Kepala Puskesmas, PPNI Jember: Momentum Ini Harus Dijawab dengan Kerja Nyata

Januari 17, 2026

Publikasiterkini.com° JEMBER – Empat anggota Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Jember dipercaya menjabat sebagai Kepala Puskesmas. Penunjukan perawat tersebut merupakan pertama kali, dan menjadi momentum penting bagi profesi perawat di Kabupaten Jember.

Ketua DPD PPNI Kabupaten Jember, Mustakim, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas amanah Bupati Jember kepada profesi perawat. Ia menegaskan bahwa kepercayaan ini harus dijawab dengan kerja nyata untuk memajukan daerah.

“Namun kami juga mengingatkan agar para kepala puskesmas yang baru segera bergerak cepat, bersinergi dengan pemerintah daerah dan Dinas Kesehatan untuk mendukung seluruh program prioritas,” ujarnya, Rabu (14/1/2025).

Empat Kepala Puskesmas tersebut meliputi, Moh. Takril Budianto, Kepala Puskesmas Cakru. Andi Sukismanto, Kepala Puskesmas Wuluhan. Sobirin, Kepala Puskesmas Silo 2. Dan Untung Pujianto, Kepala Puskesmas Kencong.

Ia menambahkan, di beberapa daerah lain seperti Banyuwangi, perawat telah lebih dulu dipercaya memimpin puskesmas.

“Oleh karena itu, momentum di Jember ini diharapkan menjadi awal perubahan yang berkelanjutan dan membuka peluang lebih luas bagi perawat lain untuk berperan dalam kepemimpinan pelayanan kesehatan,” tambahnya.

Kata Mustakim, Puskesmas merupakan garda terdepan pelayanan kesehatan untuk masyarakat, maka Kepala Puskesmas diharapkan mampu menghadirkan inovasi nyata untuk membantu program Pemerintah Kabupaten Jember dalam upaya menekan angka kematian ibu dan bayi, serta stunting.

Baca Juga :  Bentengi Pemukiman dari Aksi Tawuran, Polsek Semampir dan Satpol PP Intensifkan Patroli Malam

“Serta dapat memaksimalkan program UHC (Universal Health Coverage,Red) dan betul-betul ada aplikasi nyata yang bisa membawa inovasi untuk menjadikan Puskesmas lebih baik lagi,” pesannya.

Selain itu, ia menambahkan, akan mengumpulkan Kepala Puskesmas dari keanggotaan PPNI Jember untuk kemudian melakukan diskusi bersama para perawat lainnya.

“Kita ingin diskusi, memberikan masukan dan saran berupa program apa yang bisa segera diambil langkah untuk sebulan atau dua bulan kedepan,” tutupnya.

 

SOFI/SI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini

dark_mode