Publikasiterkini.com° Jakarta – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang memastikan pihaknya akan bekerja keras untuk meminimalkan risiko keracunan dalam pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG) sepanjang 2026. Meski demikian, Nanik menegaskan, upaya pencegahan terus dilakukan secara maksimal dengan penerapan standar ketat di lapangan.
Menurut Nanik, salah satu faktor utama penurunan kasus keracunan adalah kewajiban kepemilikan sertifikat laik higiene sanitasi (SLHS) bagi setiap SPPG. Sertifikat ini menjadi indikator bahwa dapur dan proses penyajian makanan telah memenuhi standar kebersihan dan keamanan pangan.
“Kita ketat SLHS, wajib karena kemarin banyak ditemukan E coli di air. Air sekarang harus menggunakan air galon bermerek yang maksudnya terjamin tidak ada bakterinya, bebas E coli,” jelasnya.
Selain itu, BGN juga akan memperkuat pengawasan melalui penerbitan petunjuk teknis (juknis) yang mengatur secara rinci standar operasional prosedur (SOP) pelaksanaan MBG. Nanik menegaskan, SPPG yang melanggar SOP akan dikenai sanksi bertahap.
“Apabila tidak mematuhi SOP, akan diberikan surat peringatan sampai tiga kali. Ketika peringatan ketiga, kita akan tutup (SPPG-nya). Sikap keras kita sebentar lagi akan diluncurkan juknis-nya. Mungkin dua, tiga hari ini,” imbuh Nanik.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan komitmen untuk memperluas cakupan program MBG hingga menjangkau seluruh desa di Indonesia pada 2026. Ia mengakui masih ada desa yang belum menerima manfaat program tersebut.
“Tadi waktu saya datang, banyak juga rakyat yang berteriak, Pak, desa kami belum terima MBG. Saya minta maaf. Ini soal kemampuan kita. Namun, insyaallah tahun 2026 seluruh desa di Indonesia akan menerima MBG,” kata Prabowo saat menghadiri panen raya dan pengumuman swasembada beras di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026).
Prabowo menyebutkan, hingga saat ini program MBG telah menjangkau sekitar 55 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia, jumlah yang menurutnya setara dengan memberi makan delapan kali populasi Singapura.
SOFI/BS


Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini