Menu

Bambang Haryo Apresiasi Program MBG di Surabaya, Dinilai Tepat Sasaran dan Berkelanjutan

Desember 17, 2025

Surabaya — Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono (BHS), menilai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu kebijakan pemerintah yang tepat sasaran dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. Penilaian tersebut disampaikannya saat meninjau pelaksanaan MBG di SMA Negeri 10 Surabaya, Selasa (16/12/2025).

BHS menyampaikan bahwa para siswa penerima manfaat menunjukkan kebahagiaan dan antusiasme yang tinggi. Bahkan, mereka berharap program ini dapat terus berlanjut hingga jenjang pendidikan berikutnya.

“Ya, mereka sangat senang dan mengharapkan MBG ini bisa berkelanjutan sampai mereka lulus atau bahkan adik-adik kelasnya,” kata BHS.

Ia menjelaskan bahwa kebutuhan akan makan bergizi gratis memang nyata dirasakan oleh pelajar. Sebelum adanya MBG, kondisi ekonomi membuat sebagian siswa harus berhemat atau bahkan melewatkan waktu makan siang.

“Dengan adanya MBG, tidak ada lagi siswa yang harus menahan lapar di sekolah,” ujarnya.

BHS menegaskan bahwa makanan yang diberikan dalam program ini telah melalui pengawasan ketat dari ahli gizi. Komposisi nutrisi disesuaikan dengan kebutuhan siswa usia sekolah.

“Nilai gizinya dipantau langsung oleh ahli gizi, tidak berlebihan dan tidak kekurangan,” jelasnya.

Baca Juga :  Usai Investigasi Gudang LPG Sukodono, Wartawan Diduga Diintimidasi via WhatsApp

Menurut BHS, dampak positif MBG juga terlihat dari sisi akademik. Guru dan pihak sekolah melaporkan adanya peningkatan konsentrasi dan prestasi siswa sejak program ini berjalan.

Ia juga menyoroti manfaat ekonomi yang dirasakan keluarga siswa. Dengan penghematan uang saku harian, orang tua memiliki ruang finansial yang lebih longgar.

“Kalau siswa bisa menyimpan Rp10 ribu per hari dan ditambah PIP, beban orang tua jelas jauh berkurang,” katanya.

Terkait menu makanan, BHS memastikan bahwa variasi menu cukup baik dan diterima siswa. Tidak ada keluhan berarti dari penerima manfaat.

“Menunya bagus, bervariasi, dan mereka menikmati,” pungkasnya.

Kepala SMAN 10 Surabaya, Teguh Santoso, mengatakan bahwa program MBG telah berjalan konsisten sejak diluncurkan pada awal Januari. Hasil survei menunjukkan mayoritas siswa dan orang tua berharap program ini tidak dihentikan.

“Kalau ada siswa yang tidak makan itu karena alergi atau alasan tertentu, jumlahnya sangat kecil,” kata Teguh.

Saat ini, sebanyak 1.182 siswa menerima MBG setiap hari, dengan tambahan paket kering setiap Jumat untuk bekal akhir pekan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini

dark_mode