Menu

Anggota DPR-RI Bambang Haryo Usulkan Flyover Gedangan untuk Antisipasi Double Track Kereta

Desember 17, 2025

Sidoarjo — Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono (BHS), menilai pengembangan infrastruktur kereta api di wilayah Sidoarjo harus dibarengi dengan solusi konkret di sektor jalan raya. Hal tersebut disampaikannya saat meninjau Stasiun KAI Gedangan, sekaligus menyoroti rencana double track yang berpotensi menambah kepadatan lalu lintas.

BHS menjelaskan, layanan kereta di wilayah tersebut masuk dalam skema Public Service Obligation (PSO), sehingga orientasi operasionalnya berbeda dengan layanan komersial murni. Pemerintah, kata dia, memberikan subsidi agar masyarakat tetap mendapatkan akses transportasi yang terjangkau.

“Subsidi PSO itu berbasis perjalanan. Jadi yang penting jumlah trip-nya tersedia sesuai kebutuhan masyarakat, bukan sekadar menghitung jumlah penumpang,” ujar BHS.

Ia menilai, kebutuhan perjalanan kereta di lintasan Sidoarjo–Surabaya masih sangat besar, khususnya bagi pekerja. Karena itu, penambahan perjalanan dinilai lebih relevan dibandingkan sekadar mengejar tingkat keterisian.

Namun demikian, BHS mengingatkan bahwa peningkatan frekuensi kereta akan berdampak langsung pada lalu lintas jalan, terutama di perlintasan sebidang seperti di Gedangan.

“Kalau double track terealisasi, rangkaian bertambah, tapi jalan tidak dibenahi, kemacetan pasti semakin parah,” tegasnya.

Baca Juga :  Kinerja Dipertanyakan, Laporan Dana Reses Mandek di Kejari Tanjung Perak, AMI Lapor ke Kejagung

Sebagai antisipasi, BHS mengusulkan pembangunan flyover di perlintasan sebidang Stasiun Gedangan. Flyover tersebut diharapkan mampu mengurai kemacetan yang selama ini menjadi keluhan masyarakat dan pelaku industri.

Kawasan Sedati dan Gedangan dikenal sebagai pusat aktivitas industri, sehingga arus kendaraan logistik cukup tinggi. Tanpa flyover, kendaraan harus berhenti setiap kali kereta melintas, yang berdampak pada waktu tempuh dan biaya operasional.

“Flyover akan sangat membantu kelancaran arus Surabaya–Sedati dan sebaliknya. Ini solusi jangka panjang,” kata BHS.

Selain aspek kelancaran, BHS juga menekankan aspek keselamatan. Perlintasan sebidang, menurutnya, selalu menyimpan risiko kecelakaan, baik bagi pengendara maupun pengguna kereta.

Ia memastikan akan mengusulkan pembangunan flyover tersebut kepada pemerintah pusat, Kementerian Perhubungan, PT KAI, serta pemerintah daerah, agar dapat segera masuk dalam agenda prioritas.

Sementara itu, Kepala Stasiun KAI Gedangan, Chrisna Setiawan, menjelaskan bahwa saat ini terdapat delapan perjalanan kereta dari Sidoarjo menuju Surabaya. Jadwal paling pagi dimulai pukul 05.30 WIB, sementara perjalanan terakhir berakhir pukul 21.00 WIB.

“Terkait usulan Bapak BHS, memang perlu ada tambahan perjalanan kereta untuk mengakomodir pekerja,” ujar Chrisna.

Baca Juga :  Bambang Haryo Dorong Penguatan Infrastruktur dan SDM Pemadam Kebakaran

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini

dark_mode