Menu

Polisi Berhati Emas di Surabaya: Saat Ketulusan Aiptu Affan Sembuhkan Warga Sampang yang Lama Tak Bisa Berjalan

November 4, 2026

SURABAYA° Pt.com _ Pengabdian seorang insan Bhayangkara tak selamanya diukur dari seberapa tegas ia menjaga ketertiban di jalanan. Di sudut Kota Surabaya, ketulusan hati seorang polisi berwajah ramah justru terpancar lewat sentuhan tangan penolong yang mengembalikan harapan hidup bagi mereka yang hampir putus asa.

​Sosok mulia itu adalah Aiptu Affan Hermansyah. Sehari-hari, ia bertugas sebagai Bhabinkamtibmas di Polsek Pabean Cantikan, Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Namun, di balik seragam cokelat yang melekat di tubuhnya, warga sekitar lebih akrab menyapanya dengan panggilan penuh kehangatan: “Ayah”.

​Meski telah lama mengenakan atribut kepolisian, Aiptu Affan tak pernah lupa dari mana ia berasal. Kesadaran untuk tetap membumi membimbingnya mendedikasikan waktu di luar jam dinas untuk menolong sesama.

Bertempat di Jalan Tambak Asri Gang 26, Kelurahan Morokrembangan, Kecamatan Krembangan, Surabaya, ia membuka praktik pengobatan alternatif yang kini menjadi mercusuar harapan bagi warga.

​Kabar mengenai kemanjuran terapi tangan dingin Aiptu Affan menyebar luas dari mulut ke mulut, menembus batas kota hingga ke pulau seberang.

Kisah haru kali ini datang dari Ibu Saniyeh dan Ibu Baidah, dua perempuan paruh baya asal Desa Rabesan, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, Madura.

Baca Juga :  Antisipasi Kriminalitas dan Gengster, Polsek Semampir Tingkatkan Patroli Malam Terpadu

​Keduanya sempat menghadapi hari-hari berat setelah menderita sakit parah yang merenggut kemampuan mereka untuk berjalan. Berbagai upaya telah ditempuh keluarga, mulai dari menyusuri pelosok desa hingga mendatangkan ragam pengobatan alternatif, namun belum membuahkan hasil.

Titik terang yang dinanti akhirnya tiba ketika kerabat dekat menyarankan mereka untuk menemui Aiptu Affan di Surabaya.

​”Alhamdulillah, setelah diarahkan ke sini dan menjalani terapi, awalnya yang sama sekali tidak bisa berjalan sekarang sudah bisa kembali berjalan,” tutur salah satu anak kandung pasien dengan suara bergetar menahan haru, Selasa (3/11/2026).

​Pihak keluarga meluapkan rasa terima kasih yang mendalam atas ketulusan hati dan pertolongan yang diberikan Aiptu Affan. Bagi mereka, kehadiran sang polisi bukan sekadar perpanjangan tangan institusi penegak hukum, melainkan wujud nyata kepedulian yang menyentuh nurani dan dirasakan langsung manfaatnya di tengah masyarakat.

 

(KJN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini

dark_mode