Menu

Sentuhan Humanis Satpas Colombo Surabaya: Merawat Kepercayaan Publik Lewat Pelayanan SIM

Oktober 22, 2026

SURABAYA° Pt.COM _ Senyum hangat dan sapaan ramah kini menjadi garda terdepan dalam pelayanan administrasi Surat Izin Mengemudi (SIM) di Satuan Penyelenggara Administrasi SIM (Satpas) Colombo Surabaya. Konsisten mengusung pendekatan humanis, Satpas Colombo terus bersolek meningkatkan kualitas pelayanan guna memberikan rasa aman, nyaman, serta kemudahan berlipat bagi masyarakat.

​Langkah ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan wujud nyata dari pemaknaan filosofis “Polisi Bersama Masyarakat”. Sebuah semangat yang menegaskan bahwa kepolisian hadir tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelayan publik yang bersahabat dan mengayomi.

​Dalam dinamika pelayanan sehari-hari, setiap personel diinstruksikan untuk membumikan budaya 5S (Senyum, Sapa, Salam, Sopan, dan Santun). Sikap ini menjadi jembatan komunikasi yang efektif dalam menyampaikan informasi secara jernih, mendampingi pemohon di setiap tahapan, serta menghapus kesan kaku dalam pengurusan dokumen berkendara.

​Mewakili Kanit Regident AKP Rizal Wibowo, Kasubnit SIM Satpas Colombo Ipda Hariyo Indarto menekankan bahwa keharmonisan pelayanan harus berjalan seiring dengan tegaknya integritas dan profesionalisme.

​”Kami terus mendorong seluruh personel untuk menjaga transparansi, kedisiplinan, dan integritas tinggi. Tujuan utama kami jelas: masyarakat mendapatkan pelayanan yang tertib, pasti, dan setara tanpa ada perlakuan diskriminatif,” tegas Ipda Hariyo, Rabu (21/10/2026).

Baca Juga :  Polres Mojokerto Cek Kesehatan, Dukung Fisik Prima Personel Brimob Siaga Karhutla Gunung Arjuno-Welirang

​Lebih lanjut, Ipda Hariyo mengungkapkan bahwa ketulusan pelayanan humanis diuji dari kesediaan petugas untuk mendengarkan aspirasi warga, memberikan petunjuk yang presisi, serta merawat suasana ruang pelayanan agar tetap hangat dan kondusif.

​Melalui perpaduan antara kecepatan, transparansi, dan kesantunan ini, Satpas SIM Colombo Surabaya optimistis dapat terus merawat kepercayaan publik (public trust) serta mengukuhkan ikatan ikhlas antara institusi Polri dan masyarakat yang dilayaninya.

 

(Basri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini

dark_mode