Menu

Bambang Haryo Minta Terminal Sementara dan Sistem Mitigasi Bencana Segera Dibangun di Pelabuhan Maumere

Agustus 26, 2026

MAUMERE – Bambang Haryo Soekartono (BHS) meminta PT Pelindo segera membangun terminal penumpang sementara yang aman dan steril di Pelabuhan Laurentius Say Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, setelah bangunan terminal mengalami kerusakan akibat gempa bumi.

Permintaan tersebut disampaikan BHS saat meninjau langsung kondisi pelabuhan pada Minggu (23/8/2026). Anggota Komisi VII DPR RI itu menilai pelayanan kepada masyarakat tidak boleh terganggu terlalu lama, meskipun proses evaluasi terhadap bangunan terminal yang rusak masih berlangsung.

Menurut BHS, keberadaan terminal sementara menjadi langkah penting untuk memastikan aktivitas pelayanan penumpang tetap berjalan dengan memperhatikan aspek keamanan dan keselamatan.

“Sambil menunggu proses perbaikan atau pembangunan baru, Pelindo harus segera membangun terminal sementara yang steril. Sterilisasi ini penting dari sisi manifest penumpang hingga kelengkapan alat pengaman seperti metal detektor demi menjamin keamanan dan keselamatan pengguna jasa,” tegas BHS.

Selain menyoroti kebutuhan terminal sementara, BHS juga menekankan pentingnya penguatan sistem mitigasi bencana di kawasan pelabuhan.

Ia meminta edukasi mengenai kebencanaan dilakukan secara lebih masif kepada masyarakat, termasuk melalui media elektronik seperti televisi. Menurutnya, masyarakat harus memiliki pemahaman yang baik mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan ketika terjadi gempa bumi maupun kondisi darurat lainnya.

Baca Juga :  Polri: Operasi Patuh 2026 Utamakan Keselamatan Bersama dan Budaya Tertib Berlalu Lintas

Sosialisasi tersebut, kata BHS, dapat mencakup pengenalan sirene tanda bahaya, pemahaman terhadap jalur evakuasi hingga penentuan titik kumpul yang aman.

Menurutnya, kesiapsiagaan tidak hanya bergantung pada pemerintah dan petugas, tetapi juga membutuhkan pemahaman dari masyarakat sebagai pengguna fasilitas publik.

“Mitigasi harus dipahami bersama. Masyarakat harus tahu ketika terjadi keadaan darurat, ke mana harus bergerak, jalur mana yang harus digunakan dan di mana titik kumpul yang aman,” ujarnya.

BHS juga meminta Pelindo meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat di kawasan pelabuhan.

Untuk mengantisipasi kondisi krisis, ia mendorong agar segera didirikan posko Basarnas, menyiagakan unsur Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai (KPLP), serta memastikan petugas pelabuhan memiliki kompetensi dan sertifikasi keselamatan yang memadai.

Menurut BHS, sumber daya manusia yang bertugas di pelabuhan harus siap menghadapi berbagai kemungkinan, termasuk gempa bumi, kecelakaan laut maupun keadaan darurat lainnya.

Dalam peninjauan tersebut, BHS didampingi General Manager Pelindo Maumere Angga Adi Prebawa, Kepala Kantor KSOP Laurentius Say Maumere Ryan Partigor Hutabarat, serta Manajer PT DLU Cabang Maumere Iwan Prasetyo.

Rombongan meninjau sejumlah bagian terminal penumpang yang mengalami keretakan hingga kerusakan struktur.

Baca Juga :  Polri Ajak Masyarakat Bijak Bermedia Sosial, Saring Informasi Sebelum Membagikan

BHS menegaskan bahwa sebelum terminal digunakan kembali, harus ada kepastian mengenai keamanan konstruksi bangunan. PT Pelindo, kata dia, tengah bekerja sama dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya untuk melakukan kajian teknis.

Apabila hasil kajian menyatakan bangunan tidak layak, BHS meminta langkah pembongkaran dan pembangunan baru segera dilakukan.

“Pelayanan kepada masyarakat harus tetap berjalan, tetapi keselamatan tidak boleh dikompromikan. Karena itu, terminal sementara dan sistem mitigasi harus segera disiapkan,” tegasnya.

Setelah meninjau Pelabuhan Laurentius Say Maumere, BHS bersama rombongan melanjutkan agenda perjalanan untuk melihat kondisi fasilitas pelabuhan di Kabupaten Ende yang juga terdampak pascagempa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini

dark_mode