Menu

Bupati Bangkalan dan Dandim 0829 Tinjau Sumber Air Pamorah, Bidik Solusi Air Bersih dan Irigasi Pertanian

Agustus 22, 2026

Publikasiterkini.com° Bangkalan _ Potensi sumber air di Desa Pamorah, Kecamatan Tragah, Kabupaten Bangkalan, mulai dilirik untuk dikembangkan menjadi solusi kebutuhan air bersih sekaligus menopang sektor pertanian masyarakat.

Bupati Bangkalan Lukman Hakim bersama Komandan Kodim (Dandim) 0829 Bangkalan Heru Dwi Santoso turun langsung meninjau potensi sumber dan aliran air di wilayah tersebut, Jumat (21/8/2026).

Peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi sumber air secara langsung sekaligus membahas langkah pemanfaatannya ke depan. Tak hanya untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga, potensi tersebut juga dinilai dapat menjadi sumber pengairan lahan pertanian.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati dan Dandim didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bangkalan.

Mereka meninjau kondisi aliran air dan berdiskusi mengenai sejumlah aspek teknis, mulai dari debit air, elevasi lahan hingga kemungkinan pembangunan infrastruktur pendukung.

Bupati Lukman Hakim menilai potensi air di wilayah Pamorah cukup besar dan layak dikembangkan.

“Potensi airnya cukup besar. Ini tidak hanya bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan air bersih masyarakat, tetapi juga sangat potensial untuk mengairi lahan pertanian,” ujar Lukman.

Baca Juga :  Lawan Narkoba dan HP Ilegal, Rutan Kelas I Surabaya Gelar Razia Insidentil Blok Hunian

Namun, pemanfaatan sumber air tersebut tidak serta-merta dapat dilakukan. Persoalan utama yang ditemukan di lapangan adalah perbedaan elevasi antara aliran air dan lahan pertanian.

Posisi sumber air berada lebih rendah, sementara lahan pertanian masyarakat berada di tempat yang lebih tinggi. Kondisi itu membuat air tidak dapat mengalir secara alami menuju lahan sehingga diperlukan teknologi untuk menaikkannya.

“Persoalannya adalah elevasi lahan pertanian lebih tinggi dari posisi aliran air. Karena itu diperlukan teknologi untuk menaikkan air agar bisa dialirkan ke lahan pertanian maupun dimanfaatkan sebagai sumber air bersih,” jelasnya.

Pompa Diesel Mati Sejak 2015

Menariknya, di lokasi tersebut sebenarnya telah tersedia pompa air berbahan bakar diesel. Namun, pompa tersebut sudah tidak berfungsi sejak 2015.

Kondisi itu mendorong Pemkab Bangkalan untuk mencari alternatif teknologi yang lebih efektif, efisien, sekaligus berkelanjutan.

Salah satu opsi yang mulai dibahas adalah penggunaan pompa hydram. Teknologi tersebut memanfaatkan energi dari aliran air dan gravitasi untuk mendorong sebagian air ke tempat yang lebih tinggi.

Dengan sistem tersebut, kebutuhan terhadap bahan bakar maupun listrik untuk operasional harian dapat ditekan.

Baca Juga :  Romantis! Masuki Usia ke-25, Yulfia Dapat Ucapan Manis dan Doa Tulus dari Sang Suami

Selain pompa hydram, penggunaan pompa tenaga surya juga menjadi salah satu alternatif yang akan dikaji. Energi matahari dinilai berpotensi menjadi solusi pengairan yang lebih hemat dan ramah lingkungan, terutama untuk mendukung produktivitas lahan pertanian.

Pemkab Bangkalan selanjutnya akan mengkaji kondisi teknis dan kebutuhan infrastruktur sebelum menentukan teknologi yang paling tepat untuk diterapkan.

Jika potensi tersebut berhasil dikembangkan, sumber air di Pamorah diharapkan tidak hanya menjadi solusi persoalan air bersih, tetapi juga mampu membuka peluang peningkatan produktivitas pertanian masyarakat.

Dari sumber air yang selama ini belum optimal dimanfaatkan, pemerintah kini tengah mencari cara agar alirannya bisa benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

 

(Sambas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini

dark_mode