Publikasiterkini.com° Surabaya _ Guna mencetak generasi muda yang makin cakap digital, Polrestabes Surabaya menerjunkan tim khusus untuk menyosialisasikan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) kepada ratusan siswa di SMA Negeri 1 Surabaya.
Langkah ini menjadi tonggak awal kepolisian dalam mengedukasi pelajar agar mampu memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan secara aman, etis, dan bertanggung jawab.
Kegiatan edukatif ini dipimpin langsung oleh Tim Trainer Pemahaman AI Polrestabes Surabaya yang terdiri dari Ipda Hariyo Indarto, S.T., M.M., Ipda Alfan Alfian, S.H., M.M., Briptu Achmad Aprilianto Wardhana, S.Pd., Briptu Agastya Dwi Wijaya, S.H., dan Briptu Ramadeni Heri Prayogi.
AI untuk Edukasi, Bukan Integritas Akademik yang Terkebiri
Dalam sesi pemaparannya, para perwira dan bintara Polrestabes Surabaya membedah pesatnya perkembangan teknologi AI, lengkap dengan jajaran manfaat dan potensi risiko yang menyertainya. Para siswa diajak melihat AI bukan sekadar tren hiburan, melainkan instrumen berdaya guna tinggi untuk memperluas cakrawala berpikir.
“AI hadir sebagai mitra akselerasi belajar—membantu riset, membuka ruang kreativitas, dan mempermudah pencarian referensi. Namun, teknologi ini tidak boleh mengikis integritas dan kejujuran akademik. Etika harus tetap menjadi pengemudi utama di mana pun teknologi itu digunakan,” tegas Ipda Hariyo Indarto, S.T., M.M., Kamis (13/8/2026).
Pentingnya Kritis dan Kebal Hoaks di Era Digital
Tak hanya soal kecerdasan buatan, aspek literasi digital turut menjadi poin krusial dalam sosialisasi ini. Mengingat kian mudahnya pembuatan konten berbasis AI yang menyerupai kenyataan (deepfake maupun narasi buatan mesin), para siswa dilatih untuk lebih kritis dan tidak menelan mentah-mentah informasi di ruang siber.
Kemampuan verifikasi data (fact-checking) digarisbawahi sebagai benteng utama pelajar agar tidak terjebak dalam pusaran berita bohong (hoaks) maupun menjadi perantara penyebarannya.
Sinergi Strategis untuk Generasi Masa Depan
Program Pemahaman AI ini merupakan wujud kerja sama strategis antara Polri dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. SMA Negeri 1 Surabaya menjadi pilot project dari rangkaian kegiatan sosialisasi yang menyasar pelajar di kota pahlawan ini.
Melalui langkah proaktif ini, Polrestabes Surabaya optimistis mampu melahirkan generasi penerus bangsa yang tak sekadar adaptif terhadap arus teknologi, tetapi juga matang secara etika, berpikir kritis, dan bertanggung jawab dalam mengarungi ruang digital.
(Sambas)


Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini