Menu

Bambang Haryo Dorong Lombok Utara Kejar Wisatawan Berkualitas, Bukan Sekadar Jumlah

Agustus 11, 2026

LOMBOK UTARA – Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono mendorong pemerintah mengubah orientasi pengembangan pariwisata Lombok Utara dari sekadar mengejar jumlah kunjungan menjadi menarik wisatawan yang tinggal lebih lama dan memiliki daya belanja tinggi.

Menurut Bambang, konsep wisatawan berkualitas tersebut penting diterapkan dalam pengembangan Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air atau Gili Tramena.

“Turis yang berkualitas sebenarnya adalah turis yang mau lama tinggal di tempat kita,” kata Bambang saat kunjungan kerja di Gili Meno, Lombok Utara, Senin (10/8/2026).

Ia mengatakan target tersebut tidak akan tercapai apabila persoalan mendasar di kawasan wisata masih belum terselesaikan. Salah satu yang paling mendesak adalah ketersediaan air bersih.

“Kalau air saja masih menemukan kesulitan, ya ini adalah satu tantangan. Bagaimana air itu harus didulukan,” ujarnya.

Selain air bersih, Bambang menyoroti persoalan kebersihan kawasan wisata. Ia mengaku masih melihat sampah di kawasan Gili Trawangan.

“Saya lihat Gili Trawangan memang kurang bersih. Banyak sampah,” kata dia.

Menurutnya, persoalan sampah bukan hanya menyangkut kebersihan, tetapi juga dapat memengaruhi kenyamanan wisatawan dan citra kawasan Gili Tramena sebagai destinasi wisata internasional.

Bambang juga meminta pemerintah memperkuat konektivitas transportasi publik antardestinasi wisata. Menurutnya, kemudahan akses menjadi salah satu faktor yang dapat mendorong wisatawan memperpanjang masa tinggal.

Ia menilai Lombok memiliki kekayaan alam yang sangat besar dan menjadi modal penting bagi pengembangan pariwisata. Namun, potensi tersebut perlu dipadukan dengan pengembangan wisata budaya.

Bambang membandingkan kondisi tersebut dengan Penang, Malaysia, yang menurutnya mampu mengeksplorasi potensi budaya sebagai daya tarik wisata.

“Malaysia itu lebih banyak menjual wisata budaya. Kita alamnya luar biasa bagus, jauh lebih bagus daripada Penang, Malaysia. Tapi budaya mereka yang hanya sedikit itu mereka eksplor besar-besaran,” ujarnya.

Karena itu, Bambang mendorong pemerintah daerah mengembangkan wisata budaya sekaligus memperkuat keterlibatan masyarakat melalui sektor ekonomi kreatif dan UMKM.

Komisi VII DPR RI, kata Bambang, turut membawa sejumlah mitra dalam kunjungan ke Gili Tramena untuk mengidentifikasi sekaligus mencari solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat dan pelaku usaha.

“Semua kita hadirkan. Kita hadirkan semua mitra daripada Komisi VII. Jadi apa yang menjadi permasalahan ini tentu kita pecahkan bersama-sama,” katanya.

Ia juga mendorong pemerintah pusat memberikan dukungan anggaran yang memadai kepada pemerintah daerah.

Bambang menegaskan pengembangan pariwisata harus dibangun di atas fondasi yang kuat, termasuk ketersediaan air bersih, transportasi, kebersihan, budaya, dan ekonomi masyarakat.

Dengan pembenahan tersebut, ia berharap Lombok Utara tidak hanya mampu mendatangkan wisatawan dalam jumlah besar, tetapi juga membuat mereka tinggal lebih lama dan memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini

dark_mode