SURABAYA – Anggota DPR RI Bambang Haryo Soekartono (BHS) mengimbau masyarakat tidak berspekulasi mengenai penyebab kebakaran KMP Mutiara Sentosa II sebelum hasil investigasi resmi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) diumumkan.
Menurut BHS, proses penyelidikan kecelakaan pelayaran telah memiliki mekanisme yang jelas sesuai ketentuan perundang-undangan sehingga seluruh pihak sebaiknya menunggu hasil investigasi sebagai dasar evaluasi dan perbaikan sistem keselamatan pelayaran.
Selain itu, BHS menegaskan perlunya penguatan sistem penyelamatan laut agar penanganan kecelakaan dapat berlangsung lebih cepat dan efektif.
“Keselamatan pelayaran tidak hanya bergantung pada kapal dan operator, tetapi juga regulator, pelabuhan sebagai fasilitator, pengguna jasa, hingga unsur penyelamat. Seluruh komponen itu harus diperkuat agar kecelakaan serupa tidak kembali menimbulkan korban besar,” ujarnya usai meninjau korban kebakaran kapal di RS PHC Surabaya, Rabu.
Ia meminta pemerintah meningkatkan kapasitas Basarnas dan Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) melalui penambahan armada, helikopter, personel, serta penempatan pos SAR di jalur pelayaran yang padat dan rawan kecelakaan.
BHS menilai aspek penyelamatan merupakan salah satu mata rantai yang harus segera diperkuat untuk meminimalkan risiko korban apabila terjadi kecelakaan di laut.
Di sisi lain, ia mengapresiasi penanganan medis terhadap para korban yang dinilai berjalan baik berkat dukungan PT Jasa Raharja, Jasa Raharja Putera, serta pihak perusahaan pelayaran.
“Korban yang dirawat terus berkurang. Ini menunjukkan penanganan kesehatan berjalan dengan baik hingga pasien dapat dipulihkan,” katanya.
BHS juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban meninggal dunia serta berharap hasil investigasi KNKT dapat menjadi dasar pembenahan sistem keselamatan transportasi laut nasional secara menyeluruh.


Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini