Menu

Lebarkan Sayap di Sumbawa Barat, Ketua AMP DPD NTB Siap Fokus pada Advokasi dan Budaya

Juni 21, 2026

Publikasiterkini° NTB _ Aliansi Masyarakat Perantau (AMP) terus memperluas jaringan organisasinya dengan membentuk kepengurusan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) di Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB). Kehadiran DPD AMP NTB diharapkan menjadi wadah untuk memperkuat solidaritas, advokasi, pemberdayaan ekonomi, serta pelestarian budaya masyarakat perantau.

Ketua Umum AMP, H. Holis, Sabtu (20/6/2026), menjelaskan bahwa pembentukan DPD AMP NTB merupakan langkah strategis untuk mengakomodasi aspirasi warga perantau sekaligus mempererat tali silaturahmi di wilayah lingkar tambang Kabupaten Sumbawa Barat.

Menurutnya, sekretariat DPD AMP yang berada di Jalan Telaga Betong, Dusun Beruh, Kecamatan Jereweh, memiliki posisi strategis karena berada di kawasan yang menjadi pusat aktivitas sosial kemasyarakatan, pemerintahan kecamatan, serta penyangga perekonomian daerah.

“Pembentukan DPD AMP NTB diharapkan mampu memperkuat peran organisasi dalam mendukung kesejahteraan masyarakat perantau sekaligus menjaga nilai-nilai kebersamaan di tengah keberagaman,” ujar H. Holis.

Sementara itu, Ketua DPD AMP NTB, H. Suryandi, didampingi sejumlah tokoh daerah, di antaranya Salim, Agustono, Moch Khotif Efendi, serta Kepala Desa Tatar, M. Yunus, menegaskan bahwa pengembangan organisasi ini bertujuan memperluas jaringan advokasi dan memperkuat solidaritas antarperantau.

Baca Juga :  Kapolres Bondowoso Turun ke Polsek Jajaran, Pastikan Sarpras dan Pelayanan Sesuai Standar

Menurut Suryandi, AMP akan berfokus pada beberapa program prioritas, antara lain pemberdayaan ekonomi melalui pelatihan kerja dan kewirausahaan, advokasi sosial dan hukum bagi anggota yang menghadapi persoalan administratif maupun ketenagakerjaan, serta penguatan pusat informasi dan komunikasi bagi masyarakat perantau.

“Kami ingin menjadikan DPD AMP NTB sebagai pusat informasi dan koordinasi yang mampu membantu masyarakat perantau, baik dalam aspek sosial, ekonomi, maupun hukum,” katanya.

Selain itu, AMP juga berkomitmen menjaga dan melestarikan budaya lokal sebagai identitas masyarakat perantau. Organisasi ini akan menjadi sarana silaturahmi sekaligus ruang pelestarian nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Sumbawa atau Tau Samawa di berbagai daerah perantauan.

Visi dan Misi Pengembangan

Suryandi menjelaskan, visi pengembangan AMP di Kabupaten Sumbawa Barat adalah menjadi pusat pemberdayaan, solidaritas, dan pelestarian budaya masyarakat perantau yang terintegrasi secara sosial dan ekonomi.

Untuk mewujudkan visi tersebut, AMP NTB menetapkan sejumlah misi, di antaranya:

  1. Konsolidasi Komunitas melalui penguatan jaringan dan pendataan anggota perantau secara terintegrasi.
  2. Pemberdayaan Ekonomi dengan membuka akses pelatihan kewirausahaan, pengembangan usaha, dan peningkatan kemandirian ekonomi anggota.
  3. Sosial dan Kemanusiaan melalui bantuan sosial serta pendampingan hukum bagi anggota yang membutuhkan.
  4. Pelestarian Budaya dengan menggelar kegiatan seni, budaya, dan silaturahmi akbar guna menjaga identitas masyarakat Sumbawa di tanah rantau.
Baca Juga :  Jaga Kamtibmas Kondusif, Polsek Kunir Gelar Silaturahmi Bersama PSHT Ranting Kunir

“AMP hadir tidak hanya sebagai wadah berhimpun, tetapi juga sebagai sarana pemberdayaan dan penguatan persaudaraan. Kami berharap organisasi ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat perantau maupun daerah asal,” pungkas Suryandi.

 

(KJN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini

dark_mode