Publikasiterkini.com° Surabaya _ Pasangan suami istri (pasutri) lansia tercebur ke gorong-gorong proyek saluran air di Jalan Margorejo Indah depan Plasa Marina, Wonocolo Surabaya, Jumat (12/6) pukul 19.00. Akibat peristiwa tersebut, LE, 69, warga Jalan Kawatan, Bubutan Surabaya meninggal dunia. Sementara suaminya EP, 65, mengalami luka ringan.
Salah satu petugas parkir minimarket sekitar lokasi Nanang Budi S mengatakan pengendara motor berboncengan semula melaju dari arah timur ke barat di Jalan Margorejo Indah.
Sesampainya di lokasi pengendara motor tercebur ke dalam gorong-gorong proyek saluran air. Beberapa warga dan pengguna jalan sempat berusaha menolong korban. Namun tidak berhasil karena medan yang sulit.
Kondisi korban yang laki-laki berdiri di dalam gorong-gorong yang ada airnya. Sementara yang perempuan mengalami luka dan tak sadarkan diri. “Kondisinya gelap. Tadi ada yang berusaha menolong pakai tampar tapi nggak kuat,” ucapnya, Sabtu (13/6).
Nanang mengaku sempat melihat suami masih bertahan dalam kubangan air gorong-gorong. Si suami tampak seperti berusaha memastikan kondisi sang istri baik-baik saja. Namun setelah petugas yang melakukan evakuasi datang dan korban berhasil diangkat si suami tampak histeris karena istrinya sudah kaku. Setelah dilakukan pengecekan oleh tim medis korban dinyatakan meninggal dunia.
Kedua korban lantas dibawa petugas medis menggunakan ambulans ke Rumah Sakit Bhayangkara. “Luka mungkin kena cor-coran (box culvert),” sebutnya.
Sementara suami korban Edy Parlin menceritakan saat itu berboncengan motor baru saja kontrol rutin dari RSI Jemursari. Dia mengendarai motor Honda Supra X melaju pelan sambil ngobrol dengan istrinya perjalanan pulang ke rumah.
“Di tengah (perjalanan) kami cerita-cerita, pelan-pelan. Itu di tengah-tengah itu, saya enggak tahu kok gelap. Enggak pas belokan, kan terus masih, lurus itu. itu tengah-tengah itu. Nah, itu saja ada itu langsung sudah saya sadar. Loh jatuh saya terus saya cari istri saya. Ma, ma, enggak ada. Ternyata saya kan kendaraan itu ada di atas saya,” ungkapnya.
Ia mengaku berada di dalam gorong-gorong sekitar 15 menit sampai 20 menit. Kemudian petugas evakuasi datang dan menolongnya bersama istri. Kemudian dievakuasi ke RS Bhayangkara Surabaya.
“Iya terbentur (korban). Kan ada box culvertnya itu ya. Iya (beton). Ini keteledoran kayaknya keteledoran dari bentuk galiannya. Malam gelap terus dan enggak ada petugas. Di situ enggak ada petugas sama sekali yang menggali itu,” tuturnya.(*)
Redaksi•


Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini