Banyuwangi – Kemacetan yang terjadi di lintasan Ketapang–Gilimanuk dinilai berpotensi mengganggu target kunjungan wisatawan ke Bali sekaligus berdampak pada perekonomian nasional.
Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, menyatakan hambatan akses transportasi dapat menurunkan minat wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.
Menurutnya, pemerintah menargetkan kunjungan sekitar 12 juta wisatawan domestik dan 7,5 hingga 8 juta wisatawan mancanegara ke Bali tahun ini. Target tersebut dinilai sulit tercapai jika persoalan kemacetan tidak segera diatasi.
“Jangan sampai kemacetan ini membuat orang enggan berpariwisata. Dampak ekonomi dari sektor wisata sangat besar,” ujarnya usai rapat koordinasi di Pelabuhan Ketapang, Senin (6/4/2026).
Bambang juga menilai persepsi publik turut dipengaruhi oleh pemberitaan yang lebih banyak menampilkan kondisi kemacetan dibandingkan situasi yang mulai membaik.
Di sisi lain, ia menegaskan akar persoalan kemacetan terletak pada keterbatasan infrastruktur, khususnya dermaga penyeberangan.
Ia menyebutkan, pembangunan dermaga di Gilimanuk menjadi kebutuhan mendesak untuk mengimbangi fasilitas yang sudah tersedia di sisi Ketapang.
Selain itu, peningkatan kapasitas jalan menuju pelabuhan juga dinilai penting untuk mendukung kelancaran arus kendaraan.
“Ini lintas antarprovinsi, jadi harus ada solusi nyata dari pemerintah pusat,” katanya.
Bambang berharap percepatan pembangunan infrastruktur dapat menjadi kunci untuk menjaga stabilitas sektor pariwisata sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.


Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini