Menu

Fenomena Halo Matahari Hiasi Langit Sampang, Warga Terpukau oleh Keindahan Optik Atmosfer

April 4, 2026

Publikasiterkini° Sampang _ Masyarakat Kabupaten Sampang, Madura, disuguhi pemandangan alam langka pada Jumat siang (3/4/2026). Sebuah fenomena optik berupa lingkaran cahaya berwarna-warni atau “cincin pelangi” tampak mengelilingi matahari secara sempurna, memicu antusiasme luas dari warga yang menyaksikan langsung keajaiban alam tersebut.

​Fenomena yang muncul saat kondisi langit cerah ini segera menjadi pusat perhatian. Warga dari berbagai kalangan berbondong-bondong keluar rumah untuk menyaksikan lingkaran cahaya tersebut. Keindahan momen ini tidak dilewatkan begitu saja; dalam hitungan menit, dokumentasi berupa foto dan video telah membanjiri berbagai platform media sosial, menjadikannya topik pembicaraan hangat di kalangan warganet.

​”Baru kali ini saya melihat fenomena seperti ini secara langsung. Indah sekali, menyerupai pelangi yang melingkar tepat di sekeliling matahari,” ujar salah satu warga setempat dengan nada takjub.

​Secara teknis, fenomena ini dikenal dalam dunia meteorologi sebagai Halo Matahari. Berdasarkan tinjauan sains, peristiwa ini merupakan fenomena optik atmosfer yang terjadi akibat pembiasan cahaya matahari oleh kristal es yang terkumpul di awan cirrus pada ketinggian sekitar 5 hingga 10 kilometer di lapisan troposfer atas.

Baca Juga :  Mediasi Sengketa Lahan Pandegiling 145 Surabaya Berakhir Deadlock, Polrestabes Imbau Kedua Pihak Jaga Kamtibmas

Kristal es yang berbentuk heksagonal bertindak layaknya prisma alami. Saat sinar matahari melewati kristal tersebut, cahaya dibiaskan dan dipantulkan kembali, sehingga membentuk spektrum warna warni yang melingkar dengan sudut jari-jari standar sekitar 22° dari pusat matahari.

​Meskipun sempat memicu spekulasi mengenai pertanda tertentu di kalangan masyarakat awam, para ahli memastikan bahwa Halo Matahari adalah peristiwa atmosferik biasa dan tidak berbahaya. Fenomena ini murni bergantung pada kondisi kelembapan dan keberadaan awan cirrus yang tipis di ketinggian tertentu.

​Kemunculan Halo Matahari di Sampang ini menjadi momentum edukasi bagi publik untuk memahami proses fisika di atmosfer. Keberadaannya membuktikan bahwa keindahan alam sering kali memiliki penjelasan ilmiah yang rasional, sekaligus meminimalisir interpretasi mistis yang sering berkembang di masyarakat saat melihat fenomena langka.

​Meskipun indah untuk dipandang, masyarakat diimbau untuk tidak menatap matahari secara langsung dalam waktu lama tanpa pelindung mata guna menghindari risiko kerusakan retina akibat radiasi ultraviolet.

 

(SB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini

dark_mode