Publikasi-terkini.com° Surabaya – Yusuf, salah satu karyawan Good Padel Manyar, nekat menguntit seorang perempuan berinisial EM sampai ke dalam toilet, Selasa (10/3/2026) lalu. Informasi yang dihimpun, pria yang bekerja sebagai karyawan kebersihan itu telah melakukan aksi serupa hingga tiga kali.
Perwakilan keluarga korban, Bobbyanto Gunawan, mengatakan saat itu EM hendak mandi setelah bermain padel bersama teman-temannya. Saat EM sedang di kamar mandi, Yusuf lalu membuka pintu dan memasukkan setengah tubuhnya untuk melihat ke arah dalam.
“Jadi dia masuk dan mengintip. Beruntung tidak ada sampai pelecehan fisik,” kata Bobby saat diwawancarai Beritajatim.com, Sabtu (14/3/2026).
Aksi Yusuf terekam oleh CCTV Good Padel Manyar. Dalam rekaman video yang diterima, dua karyawan perempuan yang saat itu melihat Yusuf membuka pintu kamar mandi juga tidak tampak bereaksi.
“Kami sangat menyayangkan tindakan yang dilakukan oleh karyawan Good Padel tersebut. Yang lebih kami sesalkan adalah adanya pembiaran dari pihak manajemen,” imbuhnya.
Bobby menjelaskan, indikasi pembiaran oleh pihak manajemen dapat dilihat dari Yusuf yang sudah beraksi hingga tiga kali namun belum juga mendapat sanksi. Padahal menurut Bobby, perlindungan terhadap perempuan seharusnya menjadi atensi dan perhatian dari pihak manajemen.
“Pelaku sendiri sudah mengakui perbuatannya, dan dari pengakuan yang kami terima ini sudah tiga kali kejadian. Tetapi tidak ada langkah preventif yang dilakukan oleh manajemen, tidak ada sanksi yang jelas, dan akhirnya pelaku hanya mengundurkan diri begitu saja,” sesalnya.
Dari hasil komunikasi dengan pelaku, Bobby menduga jika aksi Yusuf merupakan perbuatan yang disengaja. Indikatornya, Yusuf mengetahui jika ia dilarang membuka pintu dan masuk ke kamar mandi perempuan saat jam operasional.
“Peraturannya jelas, laki-laki tidak boleh masuk ke kamar mandi perempuan. Apalagi saat itu juga ada cleaning service perempuan. Ini menunjukkan adanya unsur kesengajaan,” terangnya.
Atas peristiwa ini, Bobby menyebut jika EM mengalami trauma psikologis dan tidak bisa beraktivitas seperti biasa. Ditanya soal langkah hukum lebih lanjut, Bobby mengatakan jika saat ini pemulihan trauma menjadi prioritas keluarga.
“Korban merasa dipermalukan, merasa tidak aman, bahkan kehilangan rasa percaya diri. Trauma seperti ini tidak hilang begitu saja. Sebagai penyedia layanan, manajemen Good Padel Manyar harusnya bisa menjamin keamanan konsumen,” pungkasnya.
Sementara itu, Supervisor The Good Padel Club Manyar, Aditya Permana, menegaskan bahwa pihak manajemen tidak pernah membenarkan tindakan yang dilakukan oleh Yusup Evendi. Ia menyebut sejak awal manajemen telah memiliki aturan tegas terkait pembersihan kamar mandi selama jam operasional.
“Manajemen tidak membenarkan tindakan tersebut. Sejak awal sudah ada briefing dan peraturan yang jelas terkait pembersihan kamar mandi saat jam operasional,” kata Aditya.
Dari hasil pemeriksaan di kepolisian, pelaku yang akrab dipanggil Ucup tersebut mengakui bahwa perbuatannya bukan pertama kali dilakukan.
Menurut Aditya, sebelumnya pihak manajemen sudah pernah memberikan teguran dan melakukan evaluasi internal terhadap yang bersangkutan.
“Kami sebenarnya sudah pernah menyampaikan ke HRD dan memberikan kesempatan kepada yang bersangkutan untuk tetap bekerja. Setelah kejadian kedua yang saya ketahui, dia datang meminta maaf dan korban saat itu memaafkan sehingga kami beri kesempatan untuk tetap bekerja,” ujarnya.
Namun setelah kejadian terbaru tersebut, pelaku akhirnya memilih mengundurkan diri dari pekerjaannya. Pengunduran diri dilakukan pada 11 Maret 2026 dengan surat pengunduran yang dibuat pada 10 Maret 2026.
Meski demikian, pihak manajemen menyatakan siap bertanggung jawab atas insiden tersebut. Menurut Aditya, pelaku juga telah membuat pernyataan tertulis untuk bertanggung jawab. (SH/bj)


Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini