Surabaya – Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, menyoroti belum optimalnya pemanfaatan peluang ekonomi dari jalur pelayaran internasional yang melintasi wilayah Indonesia. Ia menilai industri galangan kapal nasional seharusnya dapat memanfaatkan potensi besar dari lalu lintas kapal dunia yang melewati perairan Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Bambang saat menghadiri peringatan HUT ke-58 Institusi Perkapalan dan Sarana Lepas Pantai Indonesia (IPERINDO) di Surabaya.
Menurutnya, Indonesia berada di jalur strategis pelayaran dunia yang dilalui oleh Alur Laut Kepulauan Indonesia atau ALKI. Jalur tersebut terdiri dari tiga koridor utama, yaitu ALKI I, ALKI II, dan ALKI III, yang menjadi rute penting bagi kapal-kapal internasional.
“Indonesia berada di jalur strategis pelayaran dunia melalui ALKI I, ALKI II, dan ALKI III. Namun peluang ekonomi dari lalu lintas kapal internasional itu belum sepenuhnya dimanfaatkan oleh industri galangan kapal nasional,” ujar Bambang.
Ia menjelaskan bahwa setiap tahun ribuan kapal asing melintasi jalur tersebut. Kapal-kapal tersebut memiliki kebutuhan perawatan, perbaikan, hingga pengisian logistik yang sebenarnya dapat dilayani oleh industri maritim Indonesia.
Namun kenyataannya, banyak kapal internasional yang lebih memilih melakukan perawatan di negara lain di kawasan Asia Tenggara.
Bambang menyebut bahwa peran galangan kapal di kawasan jalur pelayaran internasional saat ini masih didominasi oleh negara-negara seperti Singapura, Malaysia, Thailand, dan Filipina.
Negara-negara tersebut dinilai telah lebih dulu mengembangkan fasilitas galangan kapal yang modern serta memberikan berbagai insentif bagi industri maritim mereka.
“Kondisi ini menunjukkan bahwa kita masih tertinggal dalam memanfaatkan potensi ekonomi dari jalur pelayaran internasional,” kata Bambang.
Ia menilai pemerintah perlu segera mengambil langkah strategis untuk memperkuat industri galangan kapal nasional, termasuk melalui pemberian insentif bagi investor serta peningkatan infrastruktur pendukung di pelabuhan.
Selain itu, Bambang juga mendorong pengembangan galangan kapal di pelabuhan-pelabuhan yang berada di dekat jalur ALKI agar kapal-kapal internasional dapat dengan mudah mengakses layanan perawatan dan perbaikan.
Dengan strategi tersebut, Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi jalur lintasan kapal internasional, tetapi juga menjadi pusat layanan maritim regional.
“Jika peluang ini dimanfaatkan dengan baik, maka industri galangan kapal nasional dapat berkembang pesat dan memberikan kontribusi besar bagi perekonomian negara,” ujarnya.
Ia berharap ke depan Indonesia mampu memaksimalkan potensi strategis tersebut sehingga industri maritim nasional dapat berkembang lebih kuat dan kompetitif di kawasan Asia Tenggara.


Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini