Menu

Dari Lahan 200 Meter hingga 1.000 Tanaman, KWT Sleman Sukses Olah Lidah Buaya Jadi Penggerak Ekonomi Keluarga

April 20, 2026

Publikasi-terkini° Sleman _ Perempuan kini tidak hanya berperan dalam rumah tangga, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi keluarga. Berbagai inisiatif lokal lahir dari kreativitas dan kolaborasi perempuan untuk menciptakan dampak nyata di masyarakat.

Semangat tersebut terlihat dari Kelompok Wanita Tani (KWT) Sumber Boga Tamanan di Tamanmartani, Kalasan, Sleman. Kelompok ini mengembangkan budidaya lidah buaya menjadi berbagai produk olahan bernilai ekonomi.

Ketua KWT Sumber Boga Tamanan Nurul Komariyah menjelaskan kelompok ini berdiri sejak 2018. Tujuannya untuk memberdayakan perempuan agar lebih produktif dan mampu meningkatkan pendapatan keluarga.

“Tujuannya agar perempuan di dusun kami yang mayoritas ibu rumah tangga dan petani bisa lebih produktif dan membantu meningkatkan perekonomian keluarga,” ungkap Nurul.

KWT memilih lidah buaya karena mudah dibudidayakan dan memiliki banyak manfaat. Tanaman ini juga memiliki potensi besar untuk diolah menjadi produk makanan dan minuman bernilai jual.

“Di tahun pertama, kami menanam lidah buaya di lahan seluas 200-300 meter saja. Lalu kami juga banyak belajar ke luar, mengikuti pelatihan, supaya kita bisa membuat inovasi sendiri. Awalnya memang banyak mengalami kegagalan, namun kami terus belajar hingga bisa menghasilkan produk sendiri,” lanjut Nurul.

Baca Juga :  Harga BBM Nonsubsidi Naik Mulai Hari Ini, Pertamax Turbo Tembus Rp19.400

Seiring waktu, budidaya lidah buaya berkembang pesat dan membutuhkan lahan lebih luas. KWT kemudian memanfaatkan lahan seluas 1.000 meter milik rumah sakit lama di wilayah tersebut.

Saat ini terdapat sekitar 900 hingga 1.000 tanaman lidah buaya yang dibudidayakan. Tanaman tersebut diolah menjadi produk seperti minuman, keripik, permen, hingga sabun.

Perkembangan usaha semakin pesat setelah KWT mengikuti program Klasterku Hidupku dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Keterlibatan ini berawal dari partisipasi Desa Tamanmartani dalam program Desa BRILiaN pada 2024.

Melalui program tersebut, KWT memperoleh akses pembiayaan dan pelatihan usaha. Dukungan ini membantu meningkatkan kapasitas anggota sekaligus memperluas peluang usaha.(*)

 

Redaksi•

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini

dark_mode