Menu

Pasar Murah Jelang Lebaran Digelar di 93 Lokasi Surabaya

Februari 28, 2026

Publikasi-terkini° Surabaya _ Menjelang lebaran, Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, dan Perdagangan (Dinkopumdag) menyiapkan pasar murah serentak di 31 kecamatan.

Kegiatan ini akan berlangsung di 93 lokasi pada 2 dan 5 Maret 2026 sebagai langkah menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan ketersediaan bahan pokok bagi warga.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah, serta Perdagangan (Dinkopumdag) Surabaya, Mia Santi Dewi, menyampaikan bahwa pasar murah akan digelar pada 2 Maret 2026 mulai pukul 07.30 WIB di 31 lokasi. Kemudian dilanjutkan pada 5 Maret 2026 mulai pukul 08.00 WIB di 62 lokasi.

“Pelaksanaannya kami sesuaikan menjadi tanggal 2 dan 5 Maret, dan akan digelar serentak di seluruh kecamatan agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” kata Mia, Sabtu (28/2)

Dalam kegiatan ini, komoditas yang dijual tetap difokuskan pada kebutuhan pokok masyarakat, seperti beras, gula, minyak goreng, telur, cabai merah, daging sapi, daging ayam, bawang merah, dan bawang putih. Seluruh komoditas dijual dengan harga di bawah harga pasar sebagai bentuk intervensi pemerintah untuk menjaga daya beli warga.

Berdasarkan pemantauan, komoditas yang paling banyak dicari masyarakat masih didominasi beras, minyak goreng, dan gula. Telur juga mulai banyak diburu menjelang Ramadan karena meningkatnya kebutuhan untuk membuat kue dan menyiapkan hidangan berbuka puasa.

Baca Juga :  Polri Target Bangun 1.500 SPPG di Indonesia pada Tahun 2026

“Kalau sekarang ini yang paling banyak dibeli tetap beras, minyak, dan gula. Telur juga sudah mulai banyak dicari karena kebutuhan Ramadan,” jelas Mia.

Ia menambahkan, untuk komoditas seperti daging dan cabai, lonjakan permintaan biasanya terjadi sekitar 10 hari hingga dua minggu menjelang Lebaran.

Pada periode tersebut, kebutuhan rumah tangga meningkat sehingga permintaan ikut terdongkrak.Menurut Mia, tujuan utama pasar murah adalah memberikan rasa aman kepada masyarakat terkait ketersediaan bahan pokok.

Selain memastikan stok tetap tersedia, kegiatan ini juga menjadi salah satu langkah menjaga stabilitas harga dan mengendalikan potensi inflasi.

“Kita ingin masyarakat tidak khawatir soal ketersediaan barang. Dengan adanya pasar murah, komoditas yang berpotensi memicu kenaikan harga tetap tersedia dan bisa diakses dengan mudah,” tuturnya.

Redaksi•

(br).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini

dark_mode