Menu

Penelitian Ecoton: Mikroplastik Penuhi Darah dan Ketuban Ibu di Gresik

Februari 22, 2026

Publikasi-terkini•> Gresik _ Lembaga lingkungan Ecological Observation and Wetlands Conservation (Ecoton) menemukan mikroplastik dalam darah dan air ketuban (amnion) perempuan di Gresik. Temuan ini dinilai sebagai dampak nyata dari penggunaan plastik sekali pakai yang tidak terkendali.


Peneliti mikroplastik Ecoton, Sofi Azilan Aini, mengatakan sejak 2017 pihaknya telah menemukan mikroplastik dalam feses, air susu ibu (ASI), air seni, darah, hingga ketuban.


“Plastik yang kita buang tanpa pengelolaan yang baik pada akhirnya kembali ke tubuh kita,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kebiasaan membakar sampah dan membuangnya ke sungai membuat udara, air, dan tanah tercemar mikroplastik.

Bahkan, masyarakat Indonesia diperkirakan bisa mengonsumsi sekitar 15 gram mikroplastik per bulan.
Ecoton bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga melakukan pemeriksaan darah perempuan di Gresik. Hasilnya, 100 persen sampel mengandung mikroplastik dengan jumlah 2–18 partikel per mililiter.


Jenis yang ditemukan berupa serat (fiber) dan pecahan (fragmen). Beberapa di antaranya berasal dari polyethylene (PE), bahan yang banyak digunakan pada botol minum, kantong plastik, dan kemasan makanan.


Tak hanya itu, dari 42 sampel air ketuban ibu melahirkan yang diuji, seluruhnya juga mengandung mikroplastik. Peneliti menyebut kondisi ini bisa berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan janin karena memicu peradangan dalam tubuh.

Baca Juga :  SPPG Polri Mulai Terapkan Sistem Prasmanan, Perdana di Pejaten


Setiap 21 Februari diperingati sebagai Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN), untuk mengenang tragedi longsor sampah di TPA Leuwigajah, Cimahi, tahun 2005 yang menewaskan 157 orang.

Peringatan ini ditetapkan melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2018.
Data nasional tahun 2023 mencatat timbunan sampah Indonesia mencapai 31,9 juta ton. Lebih dari 7,8 juta ton di antaranya merupakan sampah plastik, dan sebagian masih dibakar atau dibuang sembarangan.


Ecoton mengingatkan bahwa plastik tidak seharusnya berada dalam tubuh manusia. Untuk mengurangi risiko, masyarakat diminta mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, tidak membakar sampah, serta menghindari produk yang mengandung mikroplastik, seperti scrub plastik pada kosmetik.


Temuan ini menjadi peringatan bahwa masalah sampah plastik bukan hanya soal lingkungan, tetapi juga ancaman serius bagi kesehatan manusia,(br).

 

Redaksi°

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini

dark_mode