Publikasi-terkini.com° Surabaya – Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Cahyo Harjo Prakoso, mengajak warga memahami secara utuh program strategis Presiden Prabowo Subianto saat reses di Kebangsren, Kecamatan Genteng, Sabtu (14/2/2026). Dia menyebut masih banyak informasi yang simpang siur di media sosial terkait program Sekolah Rakyat dan Cek Kesehatan Gratis (CKG).
“Saya ingin menyampaikan langsung kepada warga, jangan mudah percaya dengan informasi yang belum tentu benar. Sekarang semua orang punya media sosial, tapi tidak semua informasi di sana itu valid,” kata Cahyo di hadapan warga.
Dalam reses tersebut, dia menjelaskan bahwa dua program itu lahir dari gagasan besar untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, pendidikan dan kesehatan menjadi fondasi utama dalam membangun bangsa yang kuat.
“Gagasan utamanya adalah mencerdaskan bangsa. Kalau pendidikan dan kesehatan kita kuat, maka masa depan anak-anak kita juga akan lebih baik,” ujar Ketua DPC Gerindra Surabaya ini.
Cahyo memaparkan, program Sekolah Rakyat masih belum dipahami secara luas oleh masyarakat. Padahal, konsep ini dirancang untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
“Sekolah rakyat ini banyak yang belum tahu. Program ini disiapkan agar anak-anak dari keluarga yang kesulitan secara ekonomi tetap bisa mendapatkan pendidikan yang layak dan berkualitas,” jelasnya.
Dia menambahkan, pendidikan tidak boleh terhambat karena faktor biaya atau keterbatasan akses. Pemerintah, kata dia, harus hadir memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama.
“Kita tidak boleh membiarkan ada anak yang putus sekolah hanya karena tidak mampu. Negara harus hadir memberikan solusi konkret,” tegasnya.
Selain pendidikan, Cahyo juga mengulas program Cek Kesehatan Gratis yang mulai disosialisasikan secara nasional. Dia menyebut program ini bertujuan mendorong deteksi dini penyakit agar masyarakat lebih sadar menjaga kesehatan.
“Program CKG ini sangat penting. Dengan cek kesehatan gratis, masyarakat bisa tahu kondisi tubuhnya sejak awal, sehingga pencegahan bisa dilakukan lebih cepat,” katanya.
Dia mengingatkan agar warga tidak terpengaruh isu negatif yang beredar tanpa dasar yang jelas. Menurutnya, kritik boleh saja disampaikan, tetapi harus berbasis data dan fakta.
“Kalau ada isu-isu negatif atau kabar yang tidak baik tentang program strategis Presiden Prabowo, mari kita cek dulu kebenarannya. Jangan sampai kita ikut menyebarkan informasi yang belum tentu benar,” pungkas Cahyo.
Sofi/bj


Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini