Publikasiterkini.com° Malang – Tim Akreditasi Poliklinik Lapas Kelas I Malang melaksanakan kegiatan studi tiru ke Poliklinik Lapas Perempuan Kelas IIA Malang, Kamis (22/1/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 10.00 hingga 13.00 WIB tersebut digelar di ruang rapat dan area Poliklinik Lapas Perempuan Kelas IIA Malang.
Studi tiru ini diikuti oleh Tim Akreditasi Poliklinik Lapas Kelas I Malang bersama petugas kesehatan Poliklinik Lapas Perempuan Kelas IIA Malang.
Kegiatan bertujuan untuk berbagi informasi, pengalaman, serta praktik baik dalam rangka persiapan dan pelaksanaan akreditasi poliklinik di lingkungan pemasyarakatan.
Ketua Tim Akreditasi Poliklinik Lapas Kelas I Malang menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian penting dalam meningkatkan pemahaman terhadap standar akreditasi pelayanan kesehatan.
“Melalui studi tiru ini, kami ingin belajar langsung dari poliklinik yang telah lebih siap, baik dari sisi manajemen pelayanan, administrasi, maupun pemenuhan standar akreditasi. Ini sangat membantu dalam mempersiapkan akreditasi di Poliklinik Lapas Kelas I Malang,” ujarnya.
Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan pemaparan materi terkait manajemen pelayanan kesehatan, tata kelola administrasi, pemenuhan standar akreditasi, serta sarana dan prasarana pendukung. Selain itu, dilakukan pula diskusi interaktif dan peninjauan langsung fasilitas poliklinik.
Sementara itu, perwakilan petugas kesehatan Poliklinik Lapas Perempuan Kelas IIA Malang menyambut baik kegiatan studi tiru tersebut. Menurutnya, berbagi pengalaman antarsatuan kerja sangat penting untuk peningkatan kualitas layanan kesehatan di lapas.
“Kami terbuka untuk berbagi praktik baik yang telah kami terapkan. Harapannya, seluruh poliklinik di lingkungan pemasyarakatan dapat memiliki standar pelayanan kesehatan yang sama dan berkualitas,” katanya.
Kegiatan studi tiru berlangsung dalam suasana aman, tertib, dan kondusif, serta mendapat respons positif dari seluruh peserta. Diharapkan, melalui kegiatan ini, kesiapan Tim Akreditasi Poliklinik Lapas Kelas I Malang dalam memenuhi standar akreditasi semakin meningkat.
Ke depan, kegiatan serupa disarankan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan di lingkungan pemasyarakatan, guna mewujudkan pelayanan yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada kebutuhan warga binaan.
(Basri)


Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini