Menu

Warga Burneh Bangkalan Keluhkan Jalan Rusak Parah di Ruas Pasar Tona’an hingga Desa Sobih

Desember 31, 2025

Publikasiterkini.com° BANGKALAN – Akses jalan di Jalan Raya Pasar Tona’an, Desa Binoh, hingga Desa Sobih, Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan, dilaporkan mengalami kerusakan parah dan belum kunjung mendapat perbaikan selama bertahun-tahun. Kondisi tersebut memicu keresahan serta kekecewaan warga yang setiap hari melintasi jalur tersebut.

Kerusakan jalan semakin membahayakan saat musim hujan. Jalan berubah menjadi berlumpur dan dipenuhi lubang besar yang kerap tertutup genangan air, sehingga rawan menimbulkan kecelakaan bagi pengguna jalan.

“Sepanjang jalan yang melewati empat desa ini rusaknya sudah parah dan bertahun-tahun tidak diperbaiki. Jalan berlubang sering tidak terlihat karena tertutup air, sehingga kerap memakan korban,” ungkap salah seorang warga kepada awak media, Senin (22/12/2025) sekitar pukul 10.30 WIB.

Warga menyebutkan, jalan tersebut merupakan akses utama penghubung antar desa dan tidak memiliki jalur alternatif lain. Karena itu, mereka menilai pembiaran terhadap kerusakan infrastruktur tersebut dapat menimbulkan persepsi negatif terhadap kinerja pemerintah daerah.

“Tidak ada jalan lain selain ini. Kalau dibiarkan terus, tentu masyarakat akan menilai pemerintah daerah tidak peduli,” ujar warga lainnya.

Baca Juga :  Kadivhumas Polri Ajak Masyarakat Perkuat Kolaborasi Jaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat

Kerusakan jalan juga dinilai sangat menghambat berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari akses pendidikan, kegiatan ekonomi, hingga pelayanan kesehatan. Bahkan, saat terjadi banjir, kendaraan darurat seperti ambulans disebut kesulitan melintas.

“Kami geram karena janji perbaikan tak pernah terealisasi. Jalan ini menghambat aktivitas sekolah, ekonomi, dan kehidupan sehari-hari. Saat banjir, ambulans pun sulit lewat,” keluh warga.

Atas kondisi tersebut, warga mendesak Pemerintah Kabupaten Bangkalan agar segera mengambil langkah konkret, baik melalui perbaikan menyeluruh maupun solusi alternatif seperti relokasi jalur, guna menindaklanjuti keluhan masyarakat yang selama ini dinilai terabaikan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak perangkat daerah terkait. Awak media masih berupaya melakukan klarifikasi kepada instansi berwenang guna memperoleh keterangan resmi sebagai bagian dari prinsip keberimbangan pemberitaan.

 

(Shofa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini

dark_mode