Menu

Pemkot Surabaya Deklarasikan “Sumpah 100% Arek Suroboyo” untuk Lawan Premanisme

Desember 30, 2025

Publikasiterkini.com° Surabaya – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengajak Forum Pembauran Kebangsaan (FPK), Karang Taruna, hingga pemuda lintas suku untuk melawan premanisme melalui deklarasi “Sumpah 100% Arek Suroboyo”.

Langkah ini diambil menyusul dugaan keterlibatan salah satu organisasi masyarakat (ormas) dalam kasus pengusiran Nenek Elina Widjajanti (80) dari rumahnya sendiri.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan pentingnya menjaga persatuan warga dan menolak segala bentuk provokasi yang berpotensi memecah belah masyarakat berdasarkan isu suku, agama, ras, dan golongan.

“Maka arek-arek Surabaya jangan pernah terprovokasi. Jangan pernah arek Surabaya diadu,” kata Eri saat kegiatan deklarasi di kawasan Kota Lama Surabaya, Selasa (30/12/2025).

Eri menyampaikan bahwa Kota Surabaya dibangun dari keberagaman berbagai suku dan karakter masyarakat. Karena itu, ia mengajak seluruh pemuda berani menolak segala bentuk diskriminasi dan kekerasan.

“Saya minta anak-anak Surabaya, tolong jaga Kota Surabaya dengan keberanian, tapi dengan sifat yang beradab dan santun sesuai aturan. Surabaya tidak boleh diam ketika terjadi diskriminasi. Surabaya harus tegas dan berani menentukan,” tegasnya.

Ia juga menekankan agar peristiwa pengrusakan rumah yang dialami Nenek Elina tidak kembali terulang. Menurutnya, kejadian tersebut sangat disayangkan karena memicu stigma dan diskriminasi terhadap suku tertentu.

Baca Juga :  Hadirkan Rasa Aman, Personel Gabungan Polsek Semampir dan Satpol PP Gencarkan Patroli Preventif

Eri menegaskan bahwa Surabaya adalah kota hukum. Setiap persoalan harus diselesaikan melalui jalur hukum yang berlaku, bukan dengan kekerasan ataupun tindakan sepihak. Dalam kesempatan itu, ia mengapresiasi kinerja kepolisian yang telah menangkap pelaku perusakan rumah sebagai bukti bahwa penegakan hukum berjalan.

Untuk menjaga keamanan dan ketertiban, Pemkot Surabaya segera membentuk Satuan Tugas (Satgas) Anti Premanisme yang melibatkan unsur TNI, Polri, Kejaksaan, serta para tokoh dan pemimpin suku di Kota Pahlawan.

“Hari ini tidak ada lagi premanisme di Kota Surabaya. Kita harus berani melawan premanisme. Kita harus satu, tapi dengan sisi hukum yang berjalan,” ujarnya.

Eri juga mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya pemuda, untuk terlibat aktif dalam Satgas tersebut. Pemkot Surabaya berencana mengumpulkan seluruh ormas dan perwakilan suku yang ada di Surabaya pada Rabu (31/12/2025).

“Saya titipkan Kota Surabaya kepada pemuda. Kami pemerintah hanya bisa menjaga, tapi yang menentukan nasib kota ini adalah kalian semua. Jangan pernah mau rumah kita dibakar, dirusak, atau dijadikan perang suku,” pungkas Eri. (dj)

 

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini

dark_mode