Publikasiterkini.com° Bangkalan – Hujan deras disertai petir yang mengguyur Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, sejak sore hari menyebabkan banjir bandang di sejumlah titik Kecamatan Kamal. Banjir kali ini tergolong tidak biasa karena aliran air sangat deras dan ketinggian mencapai hingga 2 meter di beberapa lokasi.
Jalur protokol depan Pasar Kamal yang menuju Pelabuhan Kamal berubah menjadi seperti sungai dengan arus air yang mengalir deras. Ketinggian air di sekitar pasar mencapai 1,5 meter, sementara di depan SMPN 1 Kamal dan Puskesmas Kamal bahkan mencapai 2 meter. Akibatnya, banyak pengendara terpaksa menepi karena tidak berani melintas. (27/12)
Camat Kamal, Ainul Yaqin, yang langsung turun ke lokasi, mengungkapkan bahwa banjir paling parah terjadi di sekitar Pasar Kamal karena pertemuan arus air.
“Paling parah di Pasar Kamal karena pertemuan arus dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter, sementara di got depan SMPN 1 Kamal atau Puskesmas Kamal sampai 2 meter,” ujarnya seperti yang di lansir Tribun Madura.
Yaqin bahkan mengaku hampir terjatuh saat berdiri di depan pasar karena arus air yang sangat deras.
“Untuk di depan pasar, saya berdiri jatuh karena arus air sangat deras, saya tidak berani,” tambahnya.
Hujan intensitas tinggi mulai menerjang Bangkalan menjelang sore dan berlangsung hingga malam. Meski hingga pukul 21.40 WIB hujan masih mengguyur dengan intensitas sedang, banjir di kawasan Pasar Kamal mulai surut sekitar pukul 20.00 WIB.
Menurut Yaqin, penyebab utama banjir adalah gorong-gorong yang sudah sesak dan kawasan resapan air yang semakin berkurang akibat pembangunan perumahan.
“Saya sudah lama menyampaikan karena gorong-gorong sudah crowded (sesak), sementara kawasan resapan semakin berkurang,” tegasnya.
Ia telah menyampaikan keluhan ini kepada Dinas PUPR Pemkab Bangkalan saat monitoring di kawasan pabrik keramik pekan lalu.
“Kamal butuh pelebaran gorong-gorong karena sudah tidak mampu menampung debit air ketika hujan deras,” katanya.
Yaqin pun menyatakan kebingungannya terkait alasan anggaran yang sering menjadi penghalang.
“Karena itu saya bingung, nanti alasan (pemkab) Bangkalan terbentur anggaran, saya harus wadul (melapor) ke siapa dengan crowded-nya selokan,” keluhnya.
Dalam waktu dekat, pihak kecamatan berencana melakukan monitoring ke semua perumahan di Kecamatan Kamal untuk memeriksa keberadaan saluran drainase dan gorong-gorong sesuai standar teknis.
(Redaksi)


Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini