Menu

Dishub Jatim Petakan 12 Titik Rawan Macet Selama Nataru

Desember 25, 2025

Publikasiterkini.com° Surabaya – Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur memetakan 12 titik lokasi yang berpotensi mengalami kemacetan selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025.

Kepala Dishub Jawa Timur, Nyono, mengatakan titik-titik rawan tersebut mayoritas berada di simpul jalan utama, kawasan wisata, serta akses keluar-masuk tol yang diprediksi mengalami lonjakan volume kendaraan.

Adapun 12 titik potensi kemacetan tersebut meliputi Simpang 3 Mengkreng, Ruas Jalan Wisata Cimory Prigen Pasuruan, kawasan Taman Dayu Pandaan Pasuruan, serta Exit Tol arah Taman Dayu Pasuruan. Selain itu, potensi kepadatan juga diprediksi terjadi di Ruas Jalan Karanglo Malang, Pintu Tol Pakis Malang, Simpang 3 Bendo Mojokerto, Alun-Alun Kota Batu, serta Ruas Jalan Wisata Jatim Park 3 Kota Batu.

Kemacetan juga berpotensi terjadi di Ruas Jalan Wisata Jatim Park 1 dan 2, Ruas Jalan Wisata Museum Angkut Kota Batu, serta Ruas Jalan menuju Pelabuhan Ketapang Banyuwangi.

“Penanganan potensi kemacetan akan kami lakukan bersama stakeholder terkait dengan menerapkan rekayasa lalu lintas bersama kepolisian setempat,” ujar Nyono, Kamis (25/12/2025).

Ia menjelaskan, Dishub Jatim juga menyiapkan rambu lalu lintas portable, traffic cone, water barrier, serta penempatan petugas tambahan di titik-titik yang menjadi perhatian utama selama arus Nataru.

Baca Juga :  Polri Ajak Masyarakat Jaga Persatuan, Demokrasi, dan Kamtibmas

Selain pengaturan lalu lintas, Nyono mengimbau masyarakat yang melakukan perjalanan mudik maupun wisata agar tetap menjaga kondisi fisik demi keselamatan di jalan. Sebagai upaya antisipasi, Dishub Jatim menyediakan 29 terminal Tipe B di seluruh Jawa Timur yang dapat dimanfaatkan sebagai rest area.

Terminal Tipe B tersebut antara lain Terminal Padangan, Temayang, Betek, Lamongan, Bunder, Larangan, Kertajaya, Anjuk Ladang, Caruban, Maospati, Magetan, Ngadirojo, Kesamben, Batu, Hamid Rusdi, Landungsari, Untung Suropati, Minak Koncar, Ambulu, Arjasa, Bondowoso, Situbondo, Brawijaya, Trunojoyo, Ronggosukowati, Bangkalan, Kepuhsari, Mojosari, serta Terminal Pare.

Selama periode Nataru, Dishub Jatim juga telah menyiapkan berbagai mekanisme untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat, mulai dari kesiapan armada, personel, hingga pengawasan keselamatan di titik-titik rawan pergerakan.

Nyono menambahkan, secara nasional pergerakan masyarakat selama Nataru diproyeksikan meningkat sebesar 2,71 persen. Jawa Timur menjadi salah satu provinsi tujuan utama dengan proyeksi arus masuk mencapai sekitar 16 juta orang.

“Sedangkan yang masuk ke Jawa Timur sekitar 16 sekian juta. Artinya, arus masuk ke Jatim lebih besar,” pungkasnya.

 

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini

dark_mode