Publikasiterkini.com° Gresik – Cuaca ekstrem kembali memicu bencana hidrometeorologi di Kabupaten Gresik. Dua rumah warga di Desa Pandanan, Kecamatan Duduksampeyan, porak-poranda setelah diterjang angin puting beliung disertai hujan deras, Senin (22/12) petang.
Kepala Desa Pandanan, Suryadi, mengungkapkan peristiwa tersebut terjadi sangat cepat sekitar pukul 17.12 WIB. Kencangnya tiupan angin membuat konstruksi bangunan tidak mampu bertahan hingga roboh total.
“Kejadiannya singkat, angin sangat kencang sehingga bangunan rumah tidak kuat menahan terpaan,” ujar Suryadi, Selasa (23/12).
Dua rumah yang terdampak masing-masing milik Suwaji (44) dan Sali (55). Berdasarkan keterangan di lapangan, atap rumah berbahan seng, besi galvalum, dan asbes beterbangan tersapu angin kencang saat para penghuni masih berada di dalam rumah.
Beruntung, seluruh penghuni berhasil menyelamatkan diri dengan berlari keluar sesaat sebelum bangunan ambruk. Namun, satu korban luka dilaporkan dalam kejadian tersebut. Anak dari Suwaji mengalami luka pada jari kelingking akibat tertimpa lembaran seng yang jatuh.
Korban segera dilarikan ke puskesmas terdekat dan harus mendapatkan delapan jahitan. Suryadi menjelaskan, seng tersebut sempat mengenai benda lain sebelum mengenai korban sehingga dampak benturan langsung dapat diminimalkan.
“Kerugian materiil akibat kejadian ini ditaksir mencapai sekitar Rp100 juta,” ungkapnya.
Pemerintah Desa Pandanan telah berkoordinasi dengan unsur Muspika, Koramil, dan Polsek Duduksampeyan untuk penanganan lanjutan. Pada Selasa (23/12) pagi, petugas gabungan bersama warga setempat dijadwalkan melakukan kerja bakti gotong royong guna mengevakuasi puing-puing bangunan.
Selain itu, laporan resmi telah disampaikan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik agar para korban segera mendapatkan bantuan darurat.
(Redaksi)


Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini